TRIBUNNEWS.COM - Apple dilaporkan menghadapi kendala dalam produksi laptop terbarunya, MacBook Neo, akibat tingginya permintaan pasar.
Perangkat ini disebut terjual jauh lebih cepat dari perkiraan perusahaan, sehingga memicu kekurangan pasokan chip utama yang digunakan.
Menurut laporan dari 9to5Mac yang ditulis oleh Michael Burkhardt, Apple saat ini mengandalkan chip A18 Pro untuk MacBook Neo.
Namun, jumlah chip yang tersedia tidak mencukupi untuk menjaga produksi dalam 6 hingga 12 bulan ke depan, sebelum generasi berikutnya dirilis.
MacBook Neo sendiri menjadi salah satu produk yang menarik perhatian karena harga yang relatif terjangkau dibandingkan laptop lain di kelasnya.
Saat ini, Apple menawarkan dua varian utama, yaitu model dengan penyimpanan 256GB dan 512GB.
Keduanya menggunakan chip yang sama, yakni A18 Pro, dengan konfigurasi CPU dan GPU serupa.
Harga yang kompetitif membuat MacBook Neo menjadi pilihan menarik, terutama bagi pengguna yang sudah menggunakan iPhone.
Kombinasi ekosistem Apple dan harga yang lebih rendah dari MacBook Air menjadikan perangkat ini diminati secara luas.
Namun, tingginya permintaan ini justru menjadi tantangan bagi Apple.
Salah satu opsi yang muncul adalah mengurangi varian tertentu, seperti model 256GB, dan menggantinya dengan konfigurasi chip yang berbeda.
Baca juga: Apple Siapkan 4 Mac Baru Tahun Ini, Termasuk MacBook Pro M6
Meski demikian, pendekatan ini dinilai belum cukup untuk mengatasi masalah dalam jangka panjang.
Untuk itu, Apple disebut tengah mempertimbangkan strategi baru pada generasi berikutnya.
Perusahaan diperkirakan akan menghadirkan MacBook Neo versi terbaru dengan chip A19 dan A19 Pro.
Selain itu, Apple juga berpotensi menambah variasi konfigurasi, baik dari sisi penyimpanan, RAM, maupun performa chip.
Baca tanpa iklan