Ringkasan Berita:
- Fitbit Air memiliki lampu LED tersembunyi di bagian samping perangkat.
- Gesture double tap digunakan untuk mengecek status baterai dan alarm.
- Ukuran Fitbit Air disebut lebih ramping dibanding perangkat Whoop.
TRIBUNNEWS.COM - Google mulai memperlihatkan lebih banyak detail mengenai perangkat wearable terbaru mereka, Fitbit Air.
Meski desainnya terlihat sederhana, perangkat ini ternyata memiliki sejumlah fitur tersembunyi yang baru terasa saat digunakan langsung di pergelangan tangan.
Menurut laporan 9to5Google yang dipublikasikan pada 10 Mei 2026, seluruh komponen utama Fitbit Air ditempatkan di bagian inti perangkat yang disebut Google sebagai “pebble”.
Istilah tersebut sebenarnya bukan pertama kali digunakan Fitbit.
Pada beberapa perangkat fitness tracker sebelumnya, Fitbit juga pernah memakai nama yang sama untuk komponen utama perangkat.
Salah satu fitur menarik Fitbit Air terletak di sisi kiri perangkat.
Di bagian tersebut terdapat lampu indikator atau LED status yang tersembunyi di balik strap.
Karena posisi LED tersebut, pengguna harus memperhatikan arah pemasangan strap saat mengganti tali perangkat.
Google menjelaskan bahwa pengguna perlu memastikan tanda alignment kecil pada strap dan tracker berada di posisi yang sesuai agar lampu indikator bisa bekerja normal.
Untuk memastikan pemasangan sudah benar, pengguna dapat melakukan gesture double tap atau ketuk ganda di bagian atas tracker hingga lampu LED berkedip.
Lampu LED itu memiliki beberapa pola cahaya yang menunjukkan kondisi perangkat.
Baca juga: Google Hapus Sejumlah Fitur Fitbit di Aplikasi Google Health
Lampu putih berdenyut menandakan perangkat sedang diisi daya.
Lampu merah berkedip menunjukkan baterai mulai lemah, sementara lampu putih berkedip cepat berarti perangkat sedang melakukan pembaruan firmware.
Selain itu, lampu merah menyala terus menandakan kondisi baterai sudah sangat kritis.
Gesture double tap di Fitbit Air ternyata tidak hanya digunakan untuk memeriksa posisi perangkat saja.
Fitur tersebut juga dapat dipakai untuk membangunkan lampu status sehingga pengguna bisa mengetahui kondisi baterai perangkat tanpa membuka aplikasi.
Jika lampu putih muncul, artinya perangkat aktif dengan baterai antara 20 hingga 100 persen. Lampu merah menunjukkan baterai di bawah 20 persen dan perlu segera diisi ulang.
Sementara jika tidak ada cahaya sama sekali, perangkat kemungkinan dalam kondisi mati atau kehabisan daya.
Google juga menyebut gesture ketuk ganda tersebut dapat digunakan untuk mematikan alarm Smart Wake maupun alarm biasa yang diatur lewat aplikasi Google Health.
Selain mengungkap fitur-fitur baru Fitbit Air, laporan tersebut juga menyebut perangkat demo Fitbit Air kini sudah tersedia di sepuluh Google Store di Amerika Serikat.
Kehadiran unit demo itu membuat banyak pengguna mulai membandingkan ukuran Fitbit Air dengan perangkat wearable lain seperti Whoop.
Dari sejumlah perbandingan yang muncul, Fitbit Air terlihat memiliki ukuran lebih ramping dan lebih sempit dibandingkan perangkat Whoop.
Desain yang lebih kecil tersebut diperkirakan membuat Fitbit Air lebih nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari maupun olahraga.
Hingga saat ini Google masih belum mengungkap seluruh detail resmi mengenai Fitbit Air, termasuk harga dan jadwal peluncuran global perangkat tersebut.
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan