TRIBUNNEWS.COM - Apple dikabarkan mulai memproduksi chip perangkatnya melalui Intel setelah kedua perusahaan mencapai kesepakatan kerja sama baru.
Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh The Wall Street Journal dan kemudian diperkuat laporan dari 9to5Mac yang dipublikasikan pada 14 Mei 2026.
Dalam laporan tersebut, analis Apple ternama, Ming-Chi Kuo, menyebut Apple dan Intel telah memulai tahap awal produksi prosesor untuk iPhone, iPad, dan Mac.
Kuo menjelaskan bahwa produksi awal dilakukan menggunakan teknologi Intel 18A-P series dengan metode Foveros packaging.
Namun, chip yang diproduksi saat ini disebut masih untuk kategori “low-end” atau perangkat generasi lama yang masih dijual Apple di pasar.
Berikut beberapa poin penting dari laporan tersebut:
- Apple mulai memproduksi chip iPhone, iPad, dan Mac melalui Intel menggunakan seri 18A-P.
- Sekitar 80 persen pesanan disebut berasal dari lini iPhone.
- Produksi skala kecil dilakukan sepanjang 2026.
- Produksi diperkirakan meningkat pada 2027 dan terus tumbuh hingga 2028.
- Siklus produksi diprediksi mulai menurun pada 2029.
- Apple juga disebut sedang mengevaluasi teknologi manufaktur chip Intel lainnya.
Baca juga: Tarif, Chip, hingga Rare Earth: Timeline Lengkap Perang Dagang AS-China
Menurut laporan itu, Apple bergerak cepat setelah kesepakatan dengan Intel tercapai.
Meski begitu, belum diketahui secara pasti chip apa saja yang diproduksi Intel untuk Apple.
Kuo memperkirakan chip yang diproduksi Intel kemungkinan digunakan untuk model iPhone, iPad, dan Mac generasi sebelumnya yang masih dipasarkan.
Sementara itu, chip paling canggih Apple diperkirakan tetap diproduksi oleh TSMC.
Selama beberapa tahun terakhir, TSMC memang menjadi mitra utama Apple dalam produksi Apple Silicon, termasuk chip seri A untuk iPhone dan chip seri M untuk Mac.
Masuknya Intel sebagai mitra manufaktur baru dinilai menjadi langkah Apple untuk mengurangi ketergantungan pada satu pemasok chip.
Strategi diversifikasi rantai pasokan ini dianggap penting di tengah meningkatnya persaingan industri semikonduktor global dan risiko gangguan produksi.
Meski Intel mulai terlibat, Kuo menyebut TSMC masih akan mempertahankan lebih dari 90 persen pangsa pasokan chip Apple ketika operasional Intel sudah berjalan penuh.
Kerja sama ini juga dinilai menjadi momentum penting bagi Intel yang beberapa tahun terakhir terus berupaya memperkuat bisnis manufaktur chip mereka agar mampu bersaing dengan TSMC dan Samsung di pasar global.
Hingga kini, Apple maupun Intel belum memberikan pernyataan resmi tambahan terkait detail produksi chip tersebut.
Namun laporan ini menjadi sinyal bahwa Apple mulai membuka peluang manufaktur chip ke lebih banyak perusahaan di luar mitra utamanya selama ini.
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan