Laporan Wartawan Tribun Jogja, Hanan Wiyoko
TRIBUNNEWS.COM - Rasa petualangan sudah terasa begitu kaki menjajak di lokasi Baturraden Adventure Forest (BAF) yang penuh dengan tanaman khas hutan, pohon Damar dan Pinus. Ya, lokasi BAF memang berada di kawasan hutan milik Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur. Agar tidak merusak pohon serta lingkungan, pembangunan fasilitas dibuat dari bahan ramah lingkungan.
Sebagai contoh, pengujung di lokasi parkir dapat melihat bangunan rumah pohon yang dibuat tanpa menggunakan paku.Tak hanya itu,bangunan utama dan barak dibuat dari bambu, kayu, bahkan serta atap bahan alami. Meski demikian, bangunan dua lantai yang difungsikan sebagai kantor,mushola, dan ruang pertemuan (di lantai dua) serta kantin dan dapur (di lantai satu) tetap kokoh digunakan. Bangunan semi permanen yang dibuat dari batu sungai hanya digunakan untuk toilet dan kamar mandi dimaksudkan demi menjaga privasi pengunjung.
Jalan setapak dan jembatan sungai kecil pun dibuat alami supaya asri. Bebatuan sungai ditata membuat jalan berundak menuju basecamp yang berada di bawah rimbunan pohon Damar. Sedangkan jembatan sekitar 10 meter dibuat dengan bahan bambu. Sungguh, bangunan di tengah hutan itu terlihat asri meski dibuat sederhana.
Basecamp atau bangunan utama itu juga dilengkapi aliran listrik. Jadi pengunjung tidak perlu khawatir bila baterei ponsel lemah karena sewaktu-waktu bisa mengecas di sudut bangunan. Ketiadaan jaringan listrik di kawasan hutan tidak membuat pengelola BAF menyerah.
Menggunakan sumber energi pikohidro, pembangkit listrik tenaga air berskala kecil, pengelola membuat pembangkit listrik kecil yang cukup menghidupkan beberapa lampu neon. Alhasil, saat malam atau cuaca berkabut, tempat tersebut tidak gulita.
Baca tanpa iklan