Penjaga Museum, Roman, menuturkan museum ini juga memampang nasihat leluhur yang dipajang di dinding-dinding.
Seperti; Paias Rohamu (bersihkan hatimu), Paias Pamatanganmu (bersihkan tubuhmu), Paias Peheanmu (bersihkan pakaianmu), Palas Jabumu (bersihkan rumahmu), dan Pahias Alamanmu (bersihkan halamanmu).
Ada juga nasihat menarik lain yang mengajak masyarakat untuk bekerja keras dan bekerja cerdas, seperti Hamoraon (carilah rezeki dan keberuntungan), Hagabeon (carilah kesempurnaan hidup), dan Hasangapon (carilah kehormatan dan kemuliaan).
Kemudian ada koleksi pribadi Letjen (Purn) TB Silalahi menjadi ruangan yang tentu tidak boleh dilewatkan.
Ada pakaian dinas, bintang jasa, tanda kehormatan, kendaraan pribadi dan dinas, jenis senjata yang pernah digunakan oleh TB Silalahi, dan kenang-kenangan dari penjuru dunia yang diberikan kepada Bapak TB Silalahi.
Adapula panel-panel yang menceritakan sejarah hidup perjalanan TB Silalahi serta perjalanan karirnya.
Selain itu di ruangan khusus tersebut juga terdapat benda-benda pribadi seperti seragam dan pangkat-pangkat ketika di kemiliteran, beberapa ijazah, pakaian ketika menjadi menteri, bangku sekolah waktu di SR, hingga mobil dinas yang dulu digunakan ketika menjabat sebagai Menpan pada Kabinet Pembangunan VI.
Menurut Roman, museum TB Silalahi atau yang diberi nama Museum Jejak Langkah dan Sejarah TB Silalahi dibangun sebagai wadah untuk memotivasi generasi muda untuk terus meraih cita-citanya.
TB Silalahi yang masa kecilnya merupakan anak pengembala kerbau, dalam perjalanan kariernya berhasil menjadi seorang Jenderal.
Untuk mencapai museum yang juga disebut museum ini, wisatawan dapat mengendarai sepeda motor, mobil pribadi atau angkutan bus.
Lokasi tempat ini berdekatan dengan makam Sisingamangaraja XII. Wisatawan cukup berjalan 100 meter dari makam tersebut.
Berlokasi di pinggir Danau Toba, wisatawan juga akan dimanjakan pemandangan riak ombak dan biru danau yang memikat di sekitar museum.