News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Industri Event Siap Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Inovasi

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

INDUSTRI EVENT - Indra Kuswara, perwakilan DPD Industri Event Indonesia (IVENDO) Jakarta, saat membuka Indonesia Outing Expo (IOE) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, belum lama ini. Industri event nasional memasuki fase krusial seiring perubahan cepat pada pola konsumsi audiens, percepatan teknologi digital, dan ketatnya persaingan global. Kondisi ini menuntut pelaku industri, termasuk penyelenggara outing dan program kebersamaan, bergerak lebih adaptif.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Industri event nasional memasuki fase krusial seiring perubahan cepat pada pola konsumsi audiens, percepatan teknologi digital, dan ketatnya persaingan global.

Kondisi ini menuntut pelaku industri, termasuk penyelenggara outing dan program kebersamaan, bergerak lebih adaptif.

“Preferensi audiens berubah cepat, teknologi menuntut integrasi, kompetisi global meningkat. Namun justru di titik ini peluang terbesar terbuka,” kata Indra Kuswara, perwakilan DPD Industri Event Indonesia (IVENDO) Jakarta, saat membuka Indonesia Outing Expo (IOE) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, belum lama ini.

IOE 2025 merupakan pameran perdana yang akan berlangsung tiga hari dan berakhir Minggu (16/11/2025), menghadirkan layanan outing, team building, serta aktivitas kebersamaan yang kembali meningkat seiring pulihnya kegiatan tatap muka.

Indra menyebut optimisme industri ditopang pertumbuhan ekonomi kreatif, meningkatnya kebutuhan corporate event, dan berkembangnya tren experiential program.

Ia menegaskan keberhasilan penyelenggaraan event modern kini ditentukan oleh kekuatan ekosistem, bukan sekadar kreativitas.

Menurutnya, daya saing industri hanya dapat dibangun melalui kolaborasi antara event organizer, vendor, venue, talent, kreator digital, operator perjalanan, dan sektor hospitality.

Untuk itu, IVENDO menetapkan empat agenda strategis: peningkatan kompetensi dan standardisasi profesi, penguatan jejaring nasional dan global, advokasi kebijakan, serta integrasi teknologi.

“Kolaborasi lintas sektor adalah fondasi. Dengan itu, industri event Indonesia bisa naik kelas,” ujarnya.

Ketua Umum Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI), Gigih Gesang, menilai kegiatan team building perlu diperbarui.

Ia menekankan aktivitas experiential learning harus memberikan dampak nyata pada kolaborasi, kepemimpinan, dan penguatan hubungan kerja.

Dukungan terhadap penguatan ekosistem event juga datang dari Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) yang melihat taman rekreasi sebagai lokasi strategis untuk program team building modern.

Direktur Panorama Media, Andita Tirtawisata, menyebut kebutuhan perusahaan terhadap outing kini lebih terarah dan menuntut penyelenggaraan yang memberikan kesan positif.

Selama penyelenggaraan, IOE 2025 menghadirkan lebih dari 100 vendor terkurasi, termasuk Best Western Hotel, Bobobox, Super Park, Sunsetfalls, dan White Horse.

Peserta dapat menemukan penyedia hotel dan destinasi wisata, layanan kuliner event, hingga solusi transportasi dan akomodasi serta aktivitas team building interaktif.

“IOE 2025 menjadi ruang temu bagi HRD, manajer pemasaran, sekolah, dan komunitas yang membutuhkan pengalaman kebersamaan yang berdampak,” ujar Andita. 

Baca juga: Medialand Bangun Hotel Santika Premiere Kebon Jeruk, Siap Jadi Pusat Bisnis dan Event di Jakbar

Pameran ini digelar bersamaan dengan Renovation Expo Indonesia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini