TRIBUNNEWS.COM - Konflik yang terjadi antara masyarakat dengan PT Mazuma Agro Indonesia di Rokan Hulu dan PT Arpena Sepakat, Riau menuai tanggapan dari Greenpeace.
Terhadap terjadinya kekerasan oleh aparat ini, Joko Arif, Juru Kampanye Hutan Greenpeace mengatakan konflik sosial di sekitar perkebunan kelapa sawit merupakan masalah serius di Indonesia yang harus diselesaikan oleh pemerintah dan perusahaan perkebunan sawit secara bijaksana.
Greenpeace menolak segala bentuk penggunaan kekerasan seperti penempatan kekuatan polisi bersenjata dalam mengatasi ketegangan sosial seperti yang terjadi dalam kasus PT Mazuma Agro Indonesia, Rokan Hulu dan dalam aksi masyarakat di PT Arpena Sepakat, Riau baru-baru ini.
"Kami mendesak pemerintah Indonesia dan perusahaan-perusahaan terkait tidak hanya bertanggungjawab dan menghindari penggunaan kekerasan dalam insiden di Riau baru-baru ini, namun juga menjadikannya sebagai momentum untuk benar-benar menuntaskan akar masalah keresahan sosial di sekitar perkebunan sawit. Terkait dengan hal ini, peninjauan kembali izin konsesi yang ada juga perlu dilakukan terutama untuk melihat kembali aspek penataan hukum dan penerimaan secara sosial," papar Joko Arif.
"Pemerintah harus memanfaatkan pelaksanaan moratorium yang sudah diberlakukan sejak pertengahan tahun lalu sebagai kesempatan untuk menata kembali upaya perlindungan dan pengelolaan hutan dan proses menyelesaikan konflik sosial yang merupakan isu yang sangat penting dan mendasar," lanjutnya. (Oleh: Joko Arif, Juru Kampanye Hutan Greenpeace)
Baca tanpa iklan