News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Rumah Sampah Bapak Sangkut

Penulis: Iskandar Moeda
Editor: Widiyabuana Slay
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

foto diambil dari depan rumah pak sangkut

TRIBUNNEWS.COM - Anda akan dapat menemui atau melihat pemandangan miris sebuah rumah yang di isi oleh seorang kepala keluarga bernama Bapak Sangkut dan istrinya May bersama 2 putrinya yang masih kecil tinggal di dalam suasana tempat tinggal yang tidak layak untuk di tempati karena dari awal kita mau masuk kerumah Bapak Sangkut melewati jembatan kecil rumah panggung kayu tersebut di penuhi oleh sampah-sampah sampai kedalam rumah,selain untuk di lihat dari segi kesehatan juga  perkembangan anak-anaknya  juga sangat tidak enak di pandang mata karena lokasinya adalah perbatasan pintu gerbang memasuki kota Palembang berbatasan dengan kabupaten Ogan Ilir simpang 4 kertapati,musi 2 dan jakabaring.

Saat saya kunjungan kelokasi  rumah  bapak Sangkut tidak ada respon yang menunjukkan bahwa ada tamu yang datang yang harus di ajak bicara karena dari hampir setengah jam duduk di depan pintu rumah tersebut yang terdengar Cuma balasan tidak!tidak usah,tidak mau yang keluar dari mulut bapak Sangkut tersebut sambil tangannya terus memilah sampah-sampah untuk bisa dipilih yang mana masih berharga untuk dijual apalagi diajak untuk bisa mau di foto langsung dan juga  disitu terlihat salah satu  putri bapak Sangkut sedang  makan siang dengan nasi ada ikan goreng yang dikerumuni lalat karena disamping piring plastiknya adalah sampah.

Saya  hanya mendapatkan informasi dari tetangga yang mengatakan bahwa bapak Sangkut tidak pernah sama sekali mau bergaul dengan tetangga yang lain sedangkan istrinya ibu May menurut informasi dari tetangga hanya keluar saat mau beli sayuran atau mau menjual songket hasil tenunannya sebulan sekali jadi setiap hari hanya didalam rumah membuat songket yang hanya bisa dibuat 1 songket  per bulannya.dari pantauan Point Post bahwa lokasi rumah bapak Sangkut masuk dalam wilayah pemerintahan Kabupaten Ogan Ilir.

Semoga saja setelah pemberitaan ini Pemerintahan Provinsi Sumsel Khususnya Kabupaten Ogan Ilir  dapat memberikan perhatian besar terhadap kondisi masyarakatnya, karena dimata seorang  pemimpin rakyat yang di utamakan adalah kenyamanan perkembangan dalam  kesejahteraan,kesehatan dan  pendidikan  bagi rakyatnya bukan sebaliknya.

 TRIBUNNERS POPULER

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini