News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Mahasiswa Perguruan Tinggi Jadikan Selayar Sebagai Obyek Penelitian

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Nur Hafsyah dan rekannya saat berada di Taka Bonerate

MAKASSAR -- Persiapan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan untuk menjadi tuan rumah penyelenggara event Sail Takabonerate 2015 yang belum lama ini telah mendapat restu dari Kementrian Perekonomian dan Kesejahteraan Republik Indonesia diwarnai dengan kegiatan kunjungan mahasiswa dari sejumlah universitas ternama di Kota Angin Mamiri Makassar yang tengah melakukan penelitian bertajuk pengembangan nilai-nilai seni dan kebudayaan lokal Kabupaten Kepulauan Selayar.

Davira dan Nur Hafsya Nurdin merupakan dua nama diantara puluhan mahasiswa perguruan tinggi dari Makassar yang pernah menapakkan kaki di Kabupaten Kepulauan Selayar dalam rangkaian kegiatan penelitian bertemakan pengembangan nilai-nilai seni dan budaya lokal daerah setempat.

Davira tercatat sebagai mahasiswi S2 dari Universitas Hasanuddin Makassar. Dia datang ke Kabupaten Kepulauan Selayar untuk meneliti budaya musik Dide dengan menjadikan Dusun Tenro, Desa Bontolempangang, Kecamatan Buki sebagai basis daerah penelitian.

Sedangkan Nur Hafsya Nurdin tercatat sebagai mahasiswi semester tujuh fakultas seni tari Univeersitas Negeri (UNM) Makassar yang datang ke Selayar untuk melakukan kegiatan penelitian tentang Tari Pakarena Gantarang.

Hal ini terungkap dari pernyataan gadis berambut panjang yang akrab dipanggil Hafsah, saat melakukan kunjungan penelitian ke Sekretariat Sanggar Seni Teratai Passiana hari Selasa (12/3/2013) malam.

Dia sengaja menjadikan tari Pakarena Gantarang sebagai obyek penilitian dengan alasan  Tari Pakarena Gantarang Lalang Bata dikenal sebagai jenis  tarian sakral pertama yang sering digelar pada rangkaian pelantikan raja dan penjemputan tamu-tamu kehormatan kerajaan-kerajaan kecil di Kabupaten Selayar.  
Menurut catatan literatur yang dipelajarinya, Tari Pakarena pertama kali digelar di kompleks keraton kerajaan Gantarang Lalang Bata yang terletak di Desa Bontomarannu, Kecamatan Bontomanai, tandasnya.

Kunjungan penelitian mahasiswi semester tujuh fakultas Seni Tari Universitas Negeri Makassar ini mendapat apresiasi positif dari koordinator pelaksana Sanggar Seni Teratai Passiana, Zukhri, S.Sos.
Sebagai bentuk apresiasi positifnya,  pihak sanggar berkenan memberikan catatan sinopsis Tari Pakarena Gantarang Lalang Bata dan rangkaian sejarah Sanggar Teratai Passiana bertajuk “Refleksi 35 Tahun Perjalanan Panjang Sanggar Seni Teratai Passiana”.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Sanggar Seni Teratai Passiana juga sempat memberikan beberapa dokumentasi gambar pementasan Tari Pakarena Gantarang Lalang Bata dan sejumlah dokumentasi aktivitas latihan pementasan personil Sanggar Teratai Passiana. (fadly syarif)       

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini