News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Ketika Jenderal Soedirman Hancurkan Pasukan Sekutu di Ambarawa

Penulis: muhammad syaiful imam
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas pertamanan merapikan tanaman di dekat patung Jenderal Soedirman di jalan Sudirman, Tanah Tinggi, Tangerang, Rabu (29/4/2015). Patung yang tingginya kurang lebih 3-4 meter tersebut di pasang oleh pemerintah kota Tangerang sebagai bentuk penghormatan pada salah satu pahlawan dan juga simbol nama jalan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
TRIBUNNERS - Setiap tanggal 15 Desember 2015, kita merayakan hari Infanteri. Namun tahu kah anda, apa yang terjadi di tanggal tersebut, sehingga ditetapkan menjadi hari Infantri?
Hari infantri, diperingati untuk untuk mengenang pertempuran Ambarawa Pada tanggal 12 Desember – 15 Desember 1945.
Sekutu ingin menguasai Ambarawa untuk kemudian dijadikan sebagai basis kekuatan untuk merebut Jawa Tengah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ambarawa dinilai penting untuk dijadikan sebagai pangkalan militer karena letaknya yang strategis dan memiliki barak militer dan fasilitas pelatihan yang sudah lengkap pada masa itu.
Hal inilah yang membuat Jendral Soedirman sebagai pemimpin pasukan menegaskan perlunya mengusir tentara sekutu dari Ambarawa secepat mungkin. Dengan semboyan “Rawe-rawe rantas, malang-malang putung” para pejuang seakan diberikan dua pilihan antara bebaskan Ambarawa atau mati dipangkuan ibu pertiwi.
Persenjataan rakyat pada pertempuran ini masih tradisional. Meski harus melawan sekutu yang dilengkapi dengan persenjataan modern, para pejuang dibawah pimpinan Jendral Soedirman dengan setrategi geriliya berhasil menguasai kembali kota Ambarawa.
Pasukan sekutu akhirnya berhasil dipukul mundur dari Ambarawa pada 15 Desember 1945, yang akhirnya ditetapkan sebagai hari infantri.
Nilai-nilai juang yang terkandung dalam peristiwa Palagan Ambarawa yang ditunjukkan oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman bersama prajuritnya, seperti semangat juang tanpa pamrih, sikap mental pantang menyerah, ulet, rendah hati, keberanian dan perilaku disipilin tentunya patut diteladani dan di tumbuh kembangkan dalam diri setiap prajurit Infantri.
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini