News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Negara Hadir di Setiap Suapan

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Akbar Endra

Akbar Endra 

Staf Ahli Kepala Badan POM Republik Indonesia Bidang Medsos dan Komunikasi Publik 

Seorang ibu muda pernah bercerita tentang kegelisahannya saat memilih makanan pendamping ASI bagi bayinya. Di depan rak pasar swalayan yang penuh dengan berbagai merek, ia terdiam cukup lama.  

Pertanyaannya sederhana: mana yang betul-betul aman untuk anaknya? Ia sadar, setiap suapan yang masuk ke mulut bayi bukan hanya mengenyangkan, tetapi ikut membentuk masa depannya. 

Kegelisahan itu mungkin tidak pernah diucapkan lantang. Namun ia hadir dalam pikiran banyak orang tua, para lansia, serta pasien dengan penyakit kronis.  

Makanan dan obat memang tampak sebagai bagian biasa dari kehidupan sehari-hari. Kita membelinya, mengonsumsinya, lalu meneruskan aktivitas tanpa banyak tanya. Tetapi bagi kelompok yang rentan, apa yang masuk ke tubuh adalah penentu kualitas hidup, bahkan keberlangsungan hidup itu sendiri. 

Di sinilah sesungguhnya negara diuji. Apakah negara hadir memastikan bahwa setiap produk yang beredar aman, bermutu, dan bermanfaat? Ataukah warga dibiarkan berjalan sendiri di tengah pasar yang makin kompleks dan kompetitif? 

Masa Depan dalam Setiap Suapan 

Bayi adalah kelompok paling rapuh dalam masyarakat. Mereka tidak memiliki kemampuan menilai keamanan pangan. Segala keputusan ada di tangan orang dewasa — dan di dalam sistem yang seharusnya melindungi mereka.  

Bila mutu makanan bayi tidak terjamin, dampaknya bukan hanya sakit sesaat. Ia dapat memengaruhi tumbuh kembang, kecerdasan, dan kualitas hidup hingga bertahun-tahun ke depan. 

Jika hal itu terjadi secara luas, yang terancam bukan lagi individu, tetapi kualitas generasi bangsa. Karena itu, pengawasan makanan bayi bukan urusan teknis belaka, melainkan bagian dari investasi kemanusiaan. 

Bagi ibu hamil, setiap keputusan mengenai makanan dan obat memiliki konsekuensi ganda. Apa yang dikonsumsi ibu akan berdampak langsung pada janin. Kelalaian kecil dapat berakibat besar. Dalam situasi seperti ini, kepastian mutu bukanlah kemewahan. Ia adalah kebutuhan yang melindungi dua kehidupan sekaligus. 

Lansia menghadapi tantangan yang berbeda. Penurunan fungsi tubuh membuat mereka lebih rentan terhadap zat berbahaya atau interaksi obat.  

Banyak dari mereka mengonsumsi obat setiap hari. Keamanan produk, dalam hal ini, bukan tambahan. Ia adalah bagian dari hak dasar untuk hidup sehat. 

Begitu pula bagi pasien dengan penyakit kronis. Obat menjadi bagian dari keseharian. Bila obat yang mereka minum tidak bermutu atau bahkan palsu, yang dipertaruhkan bukan hanya keberhasilan terapi, tetapi juga harapan untuk mempertahankan kualitas hidup. 

Pengawasan sebagai Wujud Kehadiran Negara 

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, *Prof Taruna Ikrar* , menegaskan bahwa pengawasan obat dan makanan merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat. Pengawasan tidak dimaksudkan untuk menghambat pelaku usaha, melainkan memastikan bahwa setiap produk yang beredar dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dari sisi keamanan, mutu, dan khasiat. 

Dengan pengawasan yang kuat, ekosistem yang adil dapat terbangun. Konsumen terlindungi, sementara pelaku usaha yang mematuhi aturan memperoleh kepastian hukum serta kepercayaan publik. 

Pandangan ini sejalan dengan prinsip kesehatan masyarakat: keamanan pangan dan obat adalah fondasi kesehatan populasi. Tanpa pengawasan yang efektif, penyakit yang sebetulnya bisa dicegah justru meningkat, dan beban sistem kesehatan bertambah. 

Dalam perspektif determinasi sosial kesehatan, negara bertanggung jawab menciptakan lingkungan yang memungkinkan warganya hidup sehat. Pengawasan obat dan makanan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab tersebut. 

Secara etis, pemikiran *Amartya Sen* dan *Martha Nussbaum* tentang capabilities mengingatkan bahwa keadilan tidak hanya berarti pembagian sumber daya, tetapi juga memastikan setiap warga memiliki kemampuan nyata untuk hidup sehat dan bermartabat.  

Bila keamanan obat dan makanan tidak terjamin, yang hilang bukan hanya hak konsumen, tetapi juga kemampuan dasar manusia untuk menjalani kehidupan yang layak. 

Pengawasan obat dan makanan sering berlangsung dalam kesenyapan. Ia tidak selalu hadir di halaman utama berita. Namun justru di ruang sunyi itulah masa depan kesehatan bangsa dipertaruhkan.  

Di balik proses perizinan, pengujian laboratorium, hingga penindakan terhadap produk ilegal, ada upaya panjang untuk memastikan masyarakat terlindungi. 

Ketika pengawasan berjalan baik, masyarakat mungkin tidak menyadarinya. Yang mereka rasakan adalah ketenangan: memberi makan anak tanpa cemas, minum obat tanpa ragu, dan percaya bahwa produk yang dibeli telah melalui penyaringan yang ketat. Ketenangan itu sesungguhnya merupakan bentuk perlindungan publik yang paling nyata. 

Pada akhirnya, kualitas sebuah negara tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, atau deretan gedung yang menjulang.  

Ia juga tercermin dari sejauh mana negara melindungi warganya dalam hal yang paling sederhana, namun paling mendasar: apa yang mereka makan dan minum. 

Pengawasan obat dan makanan adalah jembatan antara ilmu pengetahuan, tanggung jawab moral, dan kepentingan publik. Di situlah negara hadir — bukan dengan suara yang riuh, melainkan melalui kerja yang konsisten dan tenang. 

Dalam setiap suapan makanan dan setiap butir obat, tersimpan kepercayaan. Dan kepercayaan itu hanya dapat terjaga bila negara tetap hadir: tegas, adil, dan bertanggung jawab. 

Karena pada akhirnya, kesehatan rakyat adalah fondasi masa depan bangsa.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini