News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Ketika Negara Diminta Berhemat

Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Azis Subekti, Anggota Komisi II DPR RI sekaligus Legislator Fraksi Gerindra.

Sebelum menjadi khalifah, ia dikenal sebagai bangsawan yang hidup mewah: pakaiannya indah, tubuhnya terawat, dan kehidupannya dikelilingi kenyamanan.

Namun setelah memegang kekuasaan, hidupnya berubah drastis.

Pakaiannya sederhana. Makanannya biasa. Bahkan lampu minyak milik negara tidak ia gunakan untuk urusan pribadinya.

Bagi Umar, kekuasaan bukanlah kemewahan yang harus dinikmati. Ia adalah amanah yang suatu hari akan ditanya oleh sejarah—dan oleh Tuhan.

Di situlah sebenarnya kita menemukan inti dari semua pembicaraan tentang krisis energi, geopolitik, dan penghematan negara.

Pada akhirnya rakyat memahami satu hal yang sangat sederhana: ketika badai datang, kapten kapal harus berdiri paling depan di geladak, merasakan angin yang sama kerasnya dengan para awak.

Bukan bersembunyi di kabin yang paling hangat.

Jika dunia benar-benar bergerak menuju masa yang lebih sulit, maka yang paling dibutuhkan oleh bangsa ini bukan hanya kebijakan ekonomi yang tepat.

Yang lebih penting adalah keteladanan dari mereka yang mengaku mengabdi kepada negara.

Karena dalam setiap krisis, rakyat sebenarnya tidak hanya menunggu keputusan pemerintah.

Mereka menunggu contoh.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini