News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Reaktivasi Bandara Adisutjipto Berdampak Multi Distortif

Editor: Seno Tri Sulistiyono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BANDARA ADISUJTIPTO - Pegiat Perlindungan Konsumen, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi menyebut sebaiknya pemerintah membatalkan wacana kebijakan reaktivasi Bandara Adisutjipto, karena akan banyak mudaratnya, akan banyak mendistorsi ekosistem ekonomi yang sudah terbentuk di sekitar Bandara YIA.
PROFIL PENULIS
Tulus Abadi
Pegiat Perlindungan Konsumen, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI)

 

TRIBUNNERS, - Pemerintah memastikan akan melakukan reaktivasi Bandara Adisutjipto-Jogjakarta (JOG) di Yogyakarta. Sekilas kebijakan ini boleh jadi akan menguatkan keandalan akses transportasi udara bagi masyarakat, yang akan menuju Kota Yogyakarta.

Namun jika ditelaah lebih komprehensif, kebijakan ini berdampak multi distortif di sektor udara, darat, dan makro ekonomi. Di sisi yang lain tidak ada jaminan keandalan pelayanan transportasi udara di bandara Adi Soetjipto. 

Jika Bandara Adisutjipto direaktivasi menjadi bandara sipil lagi, secara fungsional, ini sama artinya menggergaji bandara YIA (Yogyakarta Internasional Airport) di Kulonprogo, yang dibangun dengan anggaran Rp 12 triliun, dan ini adalah anggaran utang (BUMN). 

Lalu apa gunanya bandara YIA yang begitu megah dibangun? Ini sama saja bandara YIA akan mangkrak, karena mayoritas maskapai dan penumpang pesawat akan migrasi ke Bandara Adisutjipto. Sudah tepat pemerintah membangun Bandara YIA di Kulonprogo, karena posisi Bandara Adisutjipto sudah given, tidak bisa diperluas lagi, karena tata ruang yang sangat terbatas. 

Selain itu, bandara Adisutjipto selama ini tidak mampu lagi memberikan pelayanan yang andal karena merupakan bandara enclave sipil. Sering penumpang penerbangan sipil dikalahkan, harus berputar putar di udara antara 30 menit sampai 1 jam, bahkan lebih; tersebab harus mengalah/menunggu antrian pesawat latih milik TNI AU. Selain tidak nyaman bagi penerbangan sipil, ini berpotensi mengancam keselamatan penerbangan. 

Lagi pula, bandara YIA di Kulonprogo sudah terkoneksi dengan kereta api komuter ke pusat kota, dengan tarif yang terjangkau. Seharusnya kereta komuter inilah yang direvitalisasi, sehingga waktu tempuhnya menjadi lebih cepat dan frekwensi perjalanannya lebih intensif.  

Bahkan selain terkoneksi dengan kereta ke pusat kota, Bandara YIA juga akan segera terkoneksi dengan jalan tol dari Solo, dari Semarang-Bawen, dan nantinya tol dari arah Cilacap.

Artinya, jika Bandara Adisutjipto direaktivasi lagi, bukan bandara YIA saja yang akan mangkrak, tetapi juga kereta komuternya, dan bahkan beberapa ruas tol yang dibangun menjadi collaps juga. Padahal membangun jalan tol dengan mekanisme KPBU tersebut memerlukan biaya investasi yang sangat besar. 

Oleh sebab itu, sebaiknya pemerintah membatalkan wacana kebijakan reaktivasi Bandara Adisutjipto, karena akan banyak mudaratnya, akan banyak mendistorsi ekosistem ekonomi yang sudah terbentuk di sekitar Bandara YIA.

Janganlah membuat kebijakan yang justru saling kanibalistik, hanya karena diduga ada kepentingan jangka pendek. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini