Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjelang pelaksanaan tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta, kampanye di berbagai media sosial (medsos) oleh para calon peserta pun semakin marak.
Tak jarang pihak tertentu memanfaatkan jasa cyber troops atau pasukan dunia maya, untuk menggiring opini masyarakat terhadap kandidat tertentu.
Pasukan tersebut bisa beroperasi untuk menjaga citra, atau bahkan menjatuhkan elektabilitas seseorang.
Mereka akan menyerbu dunia maya melalui berbagai akun medsos, dengan opini-opini yang menguntungkan sang majikan.
Bila tidak jeli, masyarakat bisa melihat opini tersebut sebagai aspirasi biasa, bukan sebagai upaya pengendalian isu yang sistematis.
Koordinator Jokowi Ahok Social Media Volunteers (Jasmev), Kartika Djoemadi yang pada Pilkada 2012 lalu sukses mengawal pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) menyebut, tidak sulit mengenali sepak terjang mereka.
Seorang anggota pasukan cyber dapat memiliki lebih dari satu akun medsos.
Mereka menggunakan akun anonim dan akun psuedonim, untuk menyamarkan identitas asli mereka.
Walaupun identitas mereka samar, namun menurut Kartika, mereka menyerang dengan menggunakan opini yang sama, dan dengan kalimat serta gaya bahasa yang kurang lebih serupa.
Simak penjelasannya dalam video di atas. (*)