News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Waktunya Muda Mudi Dapat Wawasan

Mengenal Foto Ikonik Albert Einstein: Pose ‘Melet’ yang Terkenal di Dunia

Penulis: Matheus Elmerio Manalu
Editor: Content Writer
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

FOTO IKONIK EINSTEIN - Ilustrasi foto ‘melet’ Einstein yang terkenal di dunia. Terkesan unik dan lucu, tapi foto ikonik tersebut ternyata punya sejarah sarat makna di zamannya.

TRIBUNNEWS.COM - Siapa yang tak mengenal foto Albert Einstein yang tengah menjulurkan lidah? Gambar itu sering kita lihat di kaus, cangkir kopi, hingga foto di dinding kafe, hampir di seluruh dunia. 

Buat kebanyakan orang, itu hanyalah potret lucu seorang jenius yang punya kepribadian eksentrik. Tapi ternyata pose ‘melet’ tersebut sebenarnya punya makna mendalam soal pemberontakan paling elegan dalam sejarah modern. 

Melansir dari History.com, segalanya bermula pada 14 Maret 1951, tepat di hari ulang tahun Einstein yang ke-72. Setelah seharian melayani permintaan pose formal dari para fotografer di Princeton University, Einstein merasa jenuh. 

Ketika fotografer UPI Arthur Sasse memintanya berpose sekali lagi saat ia sudah berada di dalam mobil, Einstein justru menjulurkan lidahnya. Menariknya, Einstein sangat menyukai hasil foto tersebut. Ia bahkan memesan sembilan salinan untuk dibagikan kepada teman-temannya beserta pesan tulis tangan di balik foto. 

Dalam salah satu pesan yang ia tulis di balik foto tersebut, ia memberikan kode keras: "Lidah yang menjulur ini mencerminkan pandangan politik saya." 

Ia ingin menegaskan bahwa sebagai warga sipil, ia memiliki keuntungan untuk tidak bersikap kaku dan munafik seperti para diplomat atau pejabat pemerintah.

Melawan Arus di Era Ketakutan

Mengapa Einstein merasa perlu "melet" pada dunia? Jawabannya ada pada iklim politik Amerika saat itu yang dikenal sebagai era McCarthyism. Saat itu, pemerintah sedang gencar-gencarnya memburu siapa pun yang dianggap "subversif" atau tidak sejalan dengan garis politik negara. 

Banyak ilmuwan memilih bungkam karena takut kariernya hancur. Namun, Einstein bukan tipe orang yang bisa disuruh diam. Ia secara vokal membela rekan-rekannya yang diselidiki, termasuk J. Robert Oppenheimer. 

Akibat keberaniannya untuk tidak sekadar menjadi orang yang "iya-iya" saja terhadap tekanan pemerintah, FBI bahkan mengawasi Einstein secara ketat. Hingga akhir hayatnya, berkas rahasia FBI tentang Einstein mencapai 1.427 halaman hanya karena ia dianggap terlalu kritis.

Pesan terbesar yang ditinggalkan Einstein lewat foto tersebut adalah keberanian untuk skeptis. 

Dalam sebuah surat di tahun 1901, ia menulis sebuah kalimat yang sangat relevan hingga hari ini: "Kepatuhan buta pada otoritas adalah musuh terbesar dari kebenaran."

Einstein mengingatkan kita bahwa kemajuan, baik dalam sains maupun kehidupan sosial, hanya bisa terjadi jika ada orang yang berani mempertanyakan status quo

Baca juga: Bukan Cuma Perang, Ini 5 Hal yang Diwariskan Kekaisaran Mongol untuk Dunia Modern

Jika semua orang hanya manggut-manggut saat diberikan aturan yang tidak masuk akal atau informasi yang meragukan, maka kebenaran akan terkubur.

Foto ikonik itu adalah pengingat bahwa menjadi cerdas bukan hanya soal menghafal rumus, tapi soal memiliki integritas untuk tetap kritis. Di dunia yang sering kali menuntut kita untuk seragam dan penurut, sesekali kita perlu memiliki semangat "melet" ala Einstein. 

Jangan jadi orang yang hanya bisa bilang "iya" demi cari aman. Beranilah mempertanyakan, beranilah berbeda, dan yang terpenting: beranilah jujur pada diri sendiri di tengah dunia yang menuntut kita untuk mengejar segalanya. 

Baca juga: Sabtu-Minggu Libur: Hak atau Warisan dari Perjuangan Panjang?

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini