Penampakan Masjid Istiqlal yang kini telah bersolek lebih megah setelah direnovasi besar-besaran oleh Kementerian PUPR dengan biaya Rp 475 miliar di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2021). Tepat pada tanggal 22 Februari 1978 masjid terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 200.000 jemaah diresmikian oleh Presiden kedua RI Soeharto atau tepat hari ini 43 tahun silam. Rumah ibadah umat Islam ini dibangun atas karya arsitek non-muslim, yakni Friedrich Silaban pada 24 Agustus 1951. Renovasi ini memaksimalkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah sekaligus memperhatikan aspek arsitektur, seni hingga estetika. Tribunnews/Jeprima

Penampakan Masjid Istiqlal yang kini telah bersolek lebih megah setelah direnovasi besar-besaran oleh Kementerian PUPR dengan biaya Rp 475 miliar di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2021). Tepat pada tanggal 22 Februari 1978 masjid terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 200.000 jemaah diresmikian oleh Presiden kedua RI Soeharto atau tepat hari ini 43 tahun silam. Rumah ibadah umat Islam ini dibangun atas karya arsitek non-muslim, yakni Friedrich Silaban pada 24 Agustus 1951. Renovasi ini memaksimalkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah sekaligus memperhatikan aspek arsitektur, seni hingga estetika. Tribunnews/Jeprima

Penampakan Masjid Istiqlal yang kini telah bersolek lebih megah setelah direnovasi besar-besaran oleh Kementerian PUPR dengan biaya Rp 475 miliar di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2021). Tepat pada tanggal 22 Februari 1978 masjid terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 200.000 jemaah diresmikian oleh Presiden kedua RI Soeharto atau tepat hari ini 43 tahun silam. Rumah ibadah umat Islam ini dibangun atas karya arsitek non-muslim, yakni Friedrich Silaban pada 24 Agustus 1951. Renovasi ini memaksimalkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah sekaligus memperhatikan aspek arsitektur, seni hingga estetika. Tribunnews/Jeprima

Penampakan Masjid Istiqlal yang kini telah bersolek lebih megah setelah direnovasi besar-besaran oleh Kementerian PUPR dengan biaya Rp 475 miliar di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2021). Tepat pada tanggal 22 Februari 1978 masjid terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 200.000 jemaah diresmikian oleh Presiden kedua RI Soeharto atau tepat hari ini 43 tahun silam. Rumah ibadah umat Islam ini dibangun atas karya arsitek non-muslim, yakni Friedrich Silaban pada 24 Agustus 1951. Renovasi ini memaksimalkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah sekaligus memperhatikan aspek arsitektur, seni hingga estetika. Tribunnews/Jeprima

Penampakan Masjid Istiqlal yang kini telah bersolek lebih megah setelah direnovasi besar-besaran oleh Kementerian PUPR dengan biaya Rp 475 miliar di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2021). Tepat pada tanggal 22 Februari 1978 masjid terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 200.000 jemaah diresmikian oleh Presiden kedua RI Soeharto atau tepat hari ini 43 tahun silam. Rumah ibadah umat Islam ini dibangun atas karya arsitek non-muslim, yakni Friedrich Silaban pada 24 Agustus 1951. Renovasi ini memaksimalkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah sekaligus memperhatikan aspek arsitektur, seni hingga estetika. Tribunnews/Jeprima

Penampakan Masjid Istiqlal yang kini telah bersolek lebih megah setelah direnovasi besar-besaran oleh Kementerian PUPR dengan biaya Rp 475 miliar di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2021). Tepat pada tanggal 22 Februari 1978 masjid terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 200.000 jemaah diresmikian oleh Presiden kedua RI Soeharto atau tepat hari ini 43 tahun silam. Rumah ibadah umat Islam ini dibangun atas karya arsitek non-muslim, yakni Friedrich Silaban pada 24 Agustus 1951. Renovasi ini memaksimalkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah sekaligus memperhatikan aspek arsitektur, seni hingga estetika. Tribunnews/Jeprima

Penampakan Masjid Istiqlal yang kini telah bersolek lebih megah setelah direnovasi besar-besaran oleh Kementerian PUPR dengan biaya Rp 475 miliar di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2021). Tepat pada tanggal 22 Februari 1978 masjid terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 200.000 jemaah diresmikian oleh Presiden kedua RI Soeharto atau tepat hari ini 43 tahun silam. Rumah ibadah umat Islam ini dibangun atas karya arsitek non-muslim, yakni Friedrich Silaban pada 24 Agustus 1951. Renovasi ini memaksimalkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah sekaligus memperhatikan aspek arsitektur, seni hingga estetika. Tribunnews/Jeprima

Penampakan Masjid Istiqlal yang kini telah bersolek lebih megah setelah direnovasi besar-besaran oleh Kementerian PUPR dengan biaya Rp 475 miliar di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2021). Tepat pada tanggal 22 Februari 1978 masjid terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 200.000 jemaah diresmikian oleh Presiden kedua RI Soeharto atau tepat hari ini 43 tahun silam. Rumah ibadah umat Islam ini dibangun atas karya arsitek non-muslim, yakni Friedrich Silaban pada 24 Agustus 1951. Renovasi ini memaksimalkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah sekaligus memperhatikan aspek arsitektur, seni hingga estetika. Tribunnews/Jeprima

Penampakan Masjid Istiqlal yang kini telah bersolek lebih megah setelah direnovasi besar-besaran oleh Kementerian PUPR dengan biaya Rp 475 miliar di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2021). Tepat pada tanggal 22 Februari 1978 masjid terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 200.000 jemaah diresmikian oleh Presiden kedua RI Soeharto atau tepat hari ini 43 tahun silam. Rumah ibadah umat Islam ini dibangun atas karya arsitek non-muslim, yakni Friedrich Silaban pada 24 Agustus 1951. Renovasi ini memaksimalkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah sekaligus memperhatikan aspek arsitektur, seni hingga estetika. Tribunnews/Jeprima

Penampakan Masjid Istiqlal yang kini telah bersolek lebih megah setelah direnovasi besar-besaran oleh Kementerian PUPR dengan biaya Rp 475 miliar di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2021). Tepat pada tanggal 22 Februari 1978 masjid terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 200.000 jemaah diresmikian oleh Presiden kedua RI Soeharto atau tepat hari ini 43 tahun silam. Rumah ibadah umat Islam ini dibangun atas karya arsitek non-muslim, yakni Friedrich Silaban pada 24 Agustus 1951. Renovasi ini memaksimalkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah sekaligus memperhatikan aspek arsitektur, seni hingga estetika. Tribunnews/Jeprima

Penampakan Masjid Istiqlal yang kini telah bersolek lebih megah setelah direnovasi besar-besaran oleh Kementerian PUPR dengan biaya Rp 475 miliar di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2021). Tepat pada tanggal 22 Februari 1978 masjid terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 200.000 jemaah diresmikian oleh Presiden kedua RI Soeharto atau tepat hari ini 43 tahun silam. Rumah ibadah umat Islam ini dibangun atas karya arsitek non-muslim, yakni Friedrich Silaban pada 24 Agustus 1951. Renovasi ini memaksimalkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah sekaligus memperhatikan aspek arsitektur, seni hingga estetika. Tribunnews/Jeprima

Penampakan Masjid Istiqlal yang kini telah bersolek lebih megah setelah direnovasi besar-besaran oleh Kementerian PUPR dengan biaya Rp 475 miliar di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2021). Tepat pada tanggal 22 Februari 1978 masjid terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 200.000 jemaah diresmikian oleh Presiden kedua RI Soeharto atau tepat hari ini 43 tahun silam. Rumah ibadah umat Islam ini dibangun atas karya arsitek non-muslim, yakni Friedrich Silaban pada 24 Agustus 1951. Renovasi ini memaksimalkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah sekaligus memperhatikan aspek arsitektur, seni hingga estetika. Tribunnews/Jeprima

Penampakan Masjid Istiqlal yang kini telah bersolek lebih megah setelah direnovasi besar-besaran oleh Kementerian PUPR dengan biaya Rp 475 miliar di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2021). Tepat pada tanggal 22 Februari 1978 masjid terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 200.000 jemaah diresmikian oleh Presiden kedua RI Soeharto atau tepat hari ini 43 tahun silam. Rumah ibadah umat Islam ini dibangun atas karya arsitek non-muslim, yakni Friedrich Silaban pada 24 Agustus 1951. Renovasi ini memaksimalkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah sekaligus memperhatikan aspek arsitektur, seni hingga estetika. Tribunnews/Jeprima

Penampakan Masjid Istiqlal yang kini telah bersolek lebih megah setelah direnovasi besar-besaran oleh Kementerian PUPR dengan biaya Rp 475 miliar di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2021). Tepat pada tanggal 22 Februari 1978 masjid terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 200.000 jemaah diresmikian oleh Presiden kedua RI Soeharto atau tepat hari ini 43 tahun silam. Rumah ibadah umat Islam ini dibangun atas karya arsitek non-muslim, yakni Friedrich Silaban pada 24 Agustus 1951. Renovasi ini memaksimalkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah sekaligus memperhatikan aspek arsitektur, seni hingga estetika. Tribunnews/Jeprima

Penampakan Masjid Istiqlal yang kini telah bersolek lebih megah setelah direnovasi besar-besaran oleh Kementerian PUPR dengan biaya Rp 475 miliar di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, Senin (22/2/2021). Tepat pada tanggal 22 Februari 1978 masjid terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 200.000 jemaah diresmikian oleh Presiden kedua RI Soeharto atau tepat hari ini 43 tahun silam. Rumah ibadah umat Islam ini dibangun atas karya arsitek non-muslim, yakni Friedrich Silaban pada 24 Agustus 1951. Renovasi ini memaksimalkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah sekaligus memperhatikan aspek arsitektur, seni hingga estetika. Tribunnews/Jeprima