Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
ABC World

Pria PNG Ditahan Karena Gembok Kemaluan Ipar Perempuannya

Polisi di Papua Nugini telah menahan seorang pria yang menggunakan gembok untuk mengunci bagian kemaluan ipar perempuannya.

Tribun X Baca tanpa iklan

Polisi di Papua Nugini telah menahan seorang pria yang menggunakan gembok untuk mengunci bagian kemaluan ipar perempuannya.

Perempuan tersebut melapor ke polisi di kota Lae, kota kedua terbesar di Papua Nugini, mengatakan bahwa dirinya mendapat serangan seksual.

Ketika petugas mendatangi rumahnya, mereka menemukan seorang pria yang telah pindah ke rumah itu di bulan Desember memasang gembok di bagian kemaluan si perempuan.

"Ketika pria itu pindah, dia mulai memperkosa korban." kata Superintendent Anthony Wagambie Jr dari Kepolisian Lae.

"Dia kemudian juga menggembok bagian kemaluan perempuan terus dan dia memiliki kuncinya yang terus dipegangnya sendiri."

Wagambie mengatakan perempuan itu adalah ipar dari sang pria, dimana suaminya memberi kepercayaan untuk menjaga keluarganya ketika sang suami bepergian ke ibukta Papua Nugini, Port Moresby yang berjarak sekitar 300 km dari Lae.

Polisi mengatakan pria ini akan dikenai tuduhan serangkaian tindak pemerkosaan dan juga penganiayaan yang menyebabkan luka-luka.

"Dia masih ketakutan\'

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut polisi, korban perempuan ini mengalami kesakitan karena penggembokan, namun dia mengatakan kepada polisi bahwa dia sebelumnya ketakutan melaporkan apa yang dialaminya.

"Dia tidak melapor karena takut." kata Wagambie.

"Pelakunya sudah mengancam akan membunuhnya, dan menggunakan pisau, dan senjata buatan sendiri, mengancam akan membunuh korban dan anak-anaknya."

"Dia masih ketakutan sekarang."

Wagambie mengatakan perempuan tersebut sekarang sudah menerima perawatan kesehatan dan juga konseling psikologi.

"Ini menyedihkan karena perempuan adalah petugas kesehatan yang pernah menangani berbagai kasus kekerasan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga, namun juga menjadi korban." kata Wagambie.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas