Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

India larang TikTok, Amerika dan Australia akan melarang, Bagaimana Indonesia?

Politisi di Australia dan beberapa negara lain mengkhawatirkan pengaruh dari perusahaan milik China yang semakin populer.

Aplikasi TikTok menjadi aplikasi terpopuler di kalangan remaja belakangan ini. Tapi baru sekarang terasa dampak dari penggunaan TikTok yang memiliki hubungan kuat dengan China.

Aplikasi berbagi video pendek diluncurkan oleh perusahaan yang berbasis di Beijing, Bytedance, pada tahun 2018.

TikTok menjadi salah satu generasi awal aplikasi asal China yang sukses di luar negeri, dengan lebih dari 1,6 juta penggunanya ada di Australia.

Anggota parlemen Australia sebelumnya telah menyerukan pengawasan yang lebih besar terhadap TikTok terkait praktik pengumpulan data, karena terkait dengan kepemilikan China.

Mengapa orang begitu khawatir tentang TikTok?

Data apa yang dikumpulkan TikTok?

A picture of the tiktok logo, which looks like a musical note, with a silhouette of a person holding a phone.

Supplied: ABC News: TikTok telah dikhawatirkan oleh banyak negara karena kemungkinan data yang terkumpul diberikan ke Pemerintah China.

Peter Micek adalah anggota kelompok advokasi hak konsumen digital, \'Access Now\'.

Menurutnya, di satu sisi TikTok telah menjadi keluhan dan bahan penyelidikan terkait perlindungan data global, namun ada keprihatinan yang sama pada banyak aplikasi lain.

"Australia, seperti negara demokrasi lainnya, harus fokus pada memastikan standar privasi yang kuat dan penegakan perlindungan data di semua layanan media sosial," katanya.

Sebagai penasihat senior keamanan nasional, Katherine Manstead setuju jika ada risiko yang sama di platform lainnya.

Halaman
12
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas