Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

'Tak Akan Ditemukan': WHO Kirim Tim Pencari Pasien Pertama COVID-19 ke China

Pekan ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengirim tim ke China untuk menyelidiki asal-usul virus corona, setelah sebelumnya…

Pekan ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengirim tim ke China untuk menyelidiki asal-usul virus corona. Langkah ini menjadi tantangan bagi China untuk berdalih jika COVID-19 berasal dari negara lain.

Seperti delegasi WHO yang sebelumnya datang ke Cina, misi kali ini juga diselimuti kerahasiaan.

Baik WHO maupun Pemerintah China pekan lalu membenarkan rencana kedatangan misi ini. Namun WHO yang dihubungi ABC tidak bersedia memberikan rincian begitu pula Kementerian Luar Negeri China.

WHO telah meminta akses ke China sejak Mei lalu. Saat itu, seorang pejabat WHO menyebutkan tujuannya untuk mengetahui "apa yang terjadi di awal sehubungan dengan paparan virus dari hewan yang berbeda".

A group of people in face masks on a street corner in Beijing

Reuters: Stringer: Pihak berwenang di Beijing menyatakan tipe virus corona yang belakangan mewabah di kota ini berasal dari luar negeri.

Pasar Wuhan

Teori ketiga yang lebih luas beredar yaitu bahwa pasar makanan laut dan hewan di Kota Wuhan merupakan tempat virus ini berpindah dari inang hewan ke manusia.

Hal itu didasari oleh faktar adanya ada korelasi yang tinggi dari pasien yang pernah ke pasar itu dibawa ke RS Wuhan dengan gejala pneumonia pada bulan Desember 2019.

Namun perlu diingat dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal medis The Lancet, pasien pertama yang dilaporkan di RS Wuhan tidak memiliki kaitan dengan pasar tersebut.

Hanya sekitar dua pertiga dari pasien paling awal yang jelas memiliki kaitan, sehingga sejumlah pakar menjelaskan pasar ini lebih mungkin sebagai tempat kejadian penyebar utama daripada sebagai sumber wabah.

"Kelelawar adalah asal muasal yang paling mungkin berdasarkan kasus terdahulu dan kesamaan susunan (DNA)," jelas Profesor Nicholls.

"Kecuali bila mereka (WHO) dapat melakukan pengambilan sampel hewan liar yang ada di pasar itu enam bulan sebelumnya, semua teori ini masih hipotesis," katanya.

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di Australia hanya di ABC Indonesia

  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas