'Hari Rabu Libur': Meningkatkan Produktivitas dengan Kerja Empat Hari Seminggu
Kalau Anda boleh mengambil libur di hari Rabu dan hanya bekerja empat hari seminggu, apakah Anda akan menjadi lebih produktif?
Semakin banyak pekerja di negara-negara Barat yang meminta agar diperbolehkan kerja empat hari seminggu, dengan sisa satu hari kerja dihabiskan untuk kegiatan yang kreatif, bukan bermalas-malasan.
Inilah yang dilakukan Bryn Davies, seorang perencana kota yang sekarang tinggal di Melbourne, setelah pernah tinggal di Jerman dan Amerika Serikat.
Setelah menamatkan pendidikan master di Amerika Serikat di tahun 2016, Bryn, usia 32 tahun, tinggal selama setahun di Berlin, ibukota Jerman.
"Selama setahun, saya menghabiskan waktu dengan teman-teman di taman, pergi ke klub, dan menikmati kehidupan saya sepenuhnya," katanya.
Setelah kembali ke Melbourne, Bryn kemudian bekerja sebagai penasehat menteri urusan perencanaan kota dan merasa hidupnya begitu terkungkung dengan pekerjaan.
"Kalau kita punya perusahaan dan ingin mendapatkan orang berbakat, kita harus percaya dengan mereka, kalau tidak mereka akan bekerja di tempat lain," kata Bryn.
"Pada umumnya mereka yang berbakat mau melakukan sesuatu yang kreatif, mereka tidak perlu dibelenggu di meja mereka, jadi memberikan kesempatan berbeda akan sangat berguna."
Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya.
Lihat artikelnya dalam bahasa Inggris di sini
