Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
ABC World

Pasien Terakhir COVID-19 Sudah Sembuh dan Keluar Dari Rumah Sakit Melbourne

Setelah sembilan bulan lamanya, tak ada lagi warga Victoria yang dinyatakan sakit karena virus corona. Victoria semakin dekat untuk…

Tribun X Baca tanpa iklan

Negara bagian Victoria, Australia semakin dekat untuk dinyatakan telah memerangi virus corona, setelah pasien terakhir yang dirawat di Melbourne sembuh dan kembali ke rumahnya, Senin kemarin (23/11).

Premier Victoria, Daniel Andrews menjelaskan pasien tersebut, yang merupakan satu-satunya kasus aktif yang tersisa, telah bebas dari virus corona setelah menjalani perawatan di Monash Medical Center.

"Hari ini menjadi sangat penting dan setiap warga Victoria bisa bangga atas peran mereka dalam mengalahkan gelombang kedua pandemi," kata Premier Andrews, hari ini (24/11).

Istri dari pasien terakhir tersebut, yang juga dirawat di rumah sakit karena virus corona, sudah lebih dulu sembuh pekan lalu.

Departemen Kesehatan Victoria menyatakan pasien pertama yang dirawat di rumah sakit akibat infeksi COVID-19 terjadi pada tanggal 21 Februari atau sembilan bulan lalu.

Depkes mengatakan dari 9.960 hasil tes COVID yang dilaksanakan kemarin, tak satu pun kasus baru yang ditemukan.

Dengan demikian, Victoria mencatat 24 hari berturut-turut tanpa kasus baru dan kematian terkait COVID-19.

Rekomendasi Untuk Anda

Meskipun Victoria sudah bebas dari COVID, Premier Andrews tetap meminta warga agar jangan sampai lengah sebelum adanya vaksin.

"Masih jauh dari selesai bahkan dengan nol kasus hari ini, tidak ada kasus aktif, tes yang banyak dan masyarakat telah mengikuti aturan yang benar," katanya.

A new hospital unit under construction at Monash Health.

ABC Radio Adelaide: Spence Denny: Rumah sakit Monash Health di Melbpurne menambah unit darurat untuk perawatan pasien COVID-19.

Klaster tersebut mencakup kasus-kasus yang terkait dengan restoran Woodville Pizza Bar, termasuk pria yang mengaku hanya memesan pizza padahal sebenarnya dia bekerja di sana.

Kafe, restoran, perhotelan dan toko-toko ritel yang ditutup selama dua hari telah dibuka kembali pada hari Minggu.

Pejabat tertinggi bidang medis Australia Selatan, Profesor Nicola Spurrier menjelaskan, seminggu setelah kasus pertama ditemukan di klaster Parafield, lebih dari 4.500 sekarang menjalani karantina.

Termasuk diantaranya 21 kontak dekat yang terkait dengan restoran Woodville Pizza Bar, staf dan anggota keluarga mereka.

Menurut Profesor Nicola, mereka semua telah menjalani tes COVID namun belum semua hasilnya dapat diketahui pada tahap ini.

Hingga hari Minggu, tercatat masih ada 37 kasus aktif di negara bagian itu.

Sementara itu Kepolisian Australia Selatan menyatakan telah menjatuhkan denda kepada ratusan orang yang melakukan pelanggaran selama lockdown singkat pekan lalu.

Polisi melayangkan surat peringatan kepada warga dan pemilik toko sebanyak 337 kali sejak Kamis hingga Minggu. Selain itu, polisi juga mengeluarkan 157 denda.

Artikel ini diproduksi oleh Farid M. Ibrahim.

Ikuti perkembangan pandemi COVID-19 di Australia hanya di ABC Indonesia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas