Tribun

Koalisi Masyarakat Sipil: Warga Maybrat Masih Mengungsi, Bahan Makanan Menjadi Kebutuhan yang Mendesak

Sekitar 2.000 warga Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, mengungsi ke hutan untuk mencari perlindungan setelah kontak…

Pastur Bernardus menambahkan kini yang menjadi kebutuhan mendesak bagi para pengungsi adalah bahan makanan.

"Ini sudah beberapa hari mereka mengungsi di tempat-tempat yang sulit, mungkin bahan makanan mulai menipis, kami khawatir mereka akan jatuh sakit."

Pastur Bernardus mengatakan, Koalisi akan mendatangi kampung-kampung yang ditinggalkan untuk melihat situasi di sana.

"Banyak orang tua (lansia) yang karena tidak kuat jalan jauh, tidak ikut mengungsi, jadi kami mau melihat langsung kondisi mereka bagaimana," kata Pastur Bernardus.

Ia juga mempertanyakan sikap Bupati Maybrat Bernard Sagrim, yang menolak bantuan dari berbagai pihak baik berupa barang maupun uang dengan alasan bahwa ini menjadi "tanggungan Pemerintah Daerah dan untuk menjaga harga diri orang Maybrat." 

"Ini argumentasinya yang tidak sesuai dengan realitas, karena menurut saya ini tidak benar. Kondisinya banyak orang mengungsi yang perlu dibantu," katanya.

"Pemerintah sudah bantu sejauh mana? Kan tidak ada laporan tentang bantuan pemerintah, Maybrat khususnya."

Mengungsi karena belajar dari pengalaman di daerah lain di Papua

Fredrika Korain, aktivis hak asasi manusia asal Maybrat yang kini bermukim di Jayapura mengatakan ia sempat berkomunikasi dengan keluarganya di Maybrat yang menyampaikan kekhawatiran mereka dengan insiden tanggal 2 September kemarin.

"Mereka mulai merasa tidak nyaman, mereka yang biasanya pergi ke kebun setiap hari mulai menahan diri untuk beraktivitas jauh dari rumah karena takut berhadapan dengan masalah kalau ada operasi dari aparat keamanan."

Fredrika menilai, mengungsi adalah pilihan yang terpaksa dilakukan oleh warga di beberapa distrik di Maybrat setelah warga telah belajar dari peristiwa-peristiwa sebelumnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas