Tribun

Tenaga Kesehatan Asal Indonesia Ikut Menjadi Garda Terdepan Saat Pandemi di Australia

Diena Said adalah salah satu dokter asal Indonesia yang ikut jadi bagian penting saat Australia berupaya menekan angka penularan kasus…

"Media selalu menyebutkan isu penggumpalan darah dari AstraZeneca tanpa benar-benar mendiskusikan hal lain, jadi pasien ketakutan dengan penggumpalan darah itu."

Pemberitaan di media soal penggumpalan darah menyebabkan jumlah peminat vaksin AstraZeneca menurun, sehingga Diena harus menjelaskannya kepada para pasiennya yang bertanya.

"Kami menjelaskan kepada mereka bahwa risiko terjadinya penggumpalan darah dari vaksin AstraZeneca, jauh lebih jarang dibandingkan dengan penggumpalan darah yang disebabkan oleh infeksi COVID-19 itu sendiri."

Diena mengatakan banyak pasiennya yang sering membaca informasi tidak akurat dari luar negeri melalui jejaring sosial, seperti WhatsApp dan Facebook.

"Yang mereka ingat selalu yang buruk. Tidak ada yang mengatakan mereka merasa baik-baik saja karena vaksin, efek samping yang buruk adalah yang sering didiskusikan."

Diena mengatakan dia senang bisa membantu warga untuk mendapat pengetahuan soal pandemi COVID-19 dan vaksin.

"Setelah kami jelaskan, mereka mengerti dan mereka bisa membuat keputusan yang lebih baik."

"Itu berarti mereka masih terbuka [untuk mendengarkan saran dari saya] ... maka saya dapat memberikan kepada mereka informasi yang penting," kata Diena.

Sebagai tenaga kesehatan asal Indonesia di Australia, Maya mengaku sedih saat mendengar laporan soal jumlah kasus Indonesia meningkat tajam selama gelombang kedua.

"Situasinya memilukan. Beberapa bulan lalu situasinya benar-benar buruk ... tadinya saya tidak pernah tahu indonesia seburuk itu."

Halaman
1234
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas