Tribun

Menelepon Orang Tercinta Akan Memberikan Efek yang Sama dengan Memakan Kue Atau Cokelat

Pakar gizi dan psikolog di Sydney menjelaskan mengapa saat kita menghadapi situasi yang tidak menentu larinya malah ke makanan.

Selama mengalami masalah gangguan makan, May mengaku selalu berusaha menghentikan dorongan makan dengan menyalurkan energi dan emosinya ke kegiatan lain seperti berjalan kaki.

"Saya suka berjalan kaki dan bisa melakukannya berjam-jam. Ketika kita berolahraga secara tepat, suasana hati dan hormon-hormon yang baik akan meningkat," ujarnya.

Langkah lainnya, katanya, adalah berusaha menemukan bentuk "hadiah" lainnya, seperti menelepon keluarga atau kerabat.

"Menelepon orang yang kita sayangimeski hanya 10 menit sehari, bisa menimbulkan rasa yang sama seperti setelah makan kue," jelasnya.

Mona menambahkan ada alasan psikologis untuk hal ini.

"Makan kue akan melepaskan hormon perasaan gembira dalam sistem menyenangkan tubuh, yang disebut sebagai hormon dopamin," jelasnya.

"Bersosialisasi dengan orang lain juga akan melepaskan hormon perasaan gembira. Kita tahu bahwa manusia membutuhkan hubungan dan telah diprogram secara biologis untuk selalu mencari hubungan dengan orang lain," katanya.

Dia menyebut banyak cara lain untuk mengaktifkan hormon dopamin dan serotonin atau "hormon perasaan gembira".

Mona menyarankan untuk menghabiskan waktu menikmati pemandangan alam, berolahraga, melatih kesadaran dan rasa syukur serta " melakukan aktivitas yang membuat Anda bahagia".

Pentingnya menyadari emosi

Menurut Mona, pola makan kita mungkin juga berubah dalam lockdown karena "perasaan intensif" yang berasal dari kebosanan, kekosongan, kesedihan, ketidakpastian, dan emosi tidak nyaman lainnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas