Tribun

Penduduk Sementara Kecewa dengan Pembukaan Perbatasan Australia Karena Tak Berlaku Untuk Mereka

Sejumlah warga yang punya izin tinggal sementara di Australia, seperti visa pelajar atau visa kerja, mengaku sudah divaksinasi dua…

Namun tidak demikian halnya dengan mereka yang memegang visa sementara di Australia.

Dalam rencana tersebut, jumlah kuota penduduk tetap dan warga negara yang ingin masuk kembali ke Australia tak lagi dibatasi.

Mereka juga tak perlu lagi menjalani karantina hotel yang biayanya lumayan mahal, cukup melakukannya di rumah sendiri.

Tapi bagi penduduk dengan visa sementara seperti Mizuki, yang sebagian besar telah tinggal di Australia selama bertahun-tahun, aturan ini akan tetap menyulitkan mereka untuk melakukan perjalanan internasional.

Meski aturan pembatasan saat ini tidak melarang penduduk dengan visa sementara untuk keluar dari Australia, namun jumlah mereka yang akan bisa pulang kembali ke Australia nantinya akan dibatasi, kecuali jika mereka mendapatkan pengecualian khusus.

'Sangat memicu stres'

Mizuki mengikuti pemberitaan soal pembukaan perbatasan ini dengan antusias. Ia bahkan sudah memesan tiket penerbangan untuk bulan Desember.

Saat itu dia langsung menelepon istrinya. "Saya bilang akhirnya saya bisa kembali ke Jepang, saya sudah beli tiket," ujarnya.

Tapi beberapa hari kemudian, dia mendapatkan kejelasan informasi bahwa hal itu hanya berlaku untuk warga Australia dan penduduk tetap atau PR.

"Mengapa? Saya bukannya mau pergi liburan. Saya bukan pergi ke Eropa atau Amerika Serikat, tapi hanya ingin melihat keluargaku," ujarnya.

Warga Sydney lainnya, Jessica Gorz, berada dalam situasi yang sama.

Halaman
1234
Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas