Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

“White Corn 2020”, Bea Cukai dan Bareskrim Polri Ungkap Peredaran Gelap 200 kg Narkoba

Bea Cukai dan Bareskrim Kepolisian Republik Indonesia kembali bekerja sama dalam menggagalkan penyelundupan narkotika ke wilayah Indonesia.

“White Corn 2020”, Bea Cukai dan Bareskrim Polri Ungkap Peredaran Gelap 200 kg Narkoba
dok. Bea Cukai

TRIBUNNEWS.COM – Bea Cukai dan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Republik Indonesia kembali bekerja sama dalam menggagalkan penyelundupan narkotika ke wilayah Indonesia.

Kali ini modusnya tergolong baru yaitu dengan menyembunyikan narkotika ke dalam karung berisi jagung. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi dalam konferensi pers yang digelar di Cikarang pada Rabu (29/07).

Petugas gabungan yang terdiri dari Direktorat Narkotika Bareskrim POLRI, Direktorat Narkotika POLDA Bangka Belitung, Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, serta Bea Cukai Cikarang berhasil mengungkap modus terbaru penyelundupan sabu jalur internasional mulai dari Myanmar, Malaysia, Kepulauan Riau, Kepulauan bangka Belitung, dan berhasil diungkap di pergudangan Cikarang pada Jumat (24/07).

“Dari hasil penindakan, didapati 200 Kg narkotika jenis sabu yang disembunyikan dalam 423 karung berisi jagung (20 ton), serta satu unit mobil yang berisi metal detector untuk mendeteksi karung yang berisi sabu. Setiap kemasan sabu disisipi potongan logam 10 cm,” ungkap Heru.

Heru turut menambahkan, "tangkapan yang ke-27 ini hasil sinergi antara Bareskrim dan Bea Cukai ini, hampir menyamai jumlah tangkapan tahun 2019. Biasanya kita menangkap dari Aceh, melalui jalur atas, namun kini melalui jalur tengah. Selanjutnya, ini adalah modus baru, yang akan menjadi referensi kita ke depannya. Selain itu, mereka juga memanfaatkan luasnya laut kita. Namun kita akan selalu siap siaga."

Tersangka yang diamankan dalam kasus ini sebanyak 4 orang dengan inisial SC, R alias S, A, dan Y alias D. Kegiatan tersebut melanggar pasal 114 UU No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan pidana seumur hidup hingga hukuman mati dengan denda minimal Rp1.000.000.000,00 dan maksimal Rp10.000.000.000,00 ditambah sepertiga.

Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas