Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kontroversi IPO Krakatau Steel

Investor Saham KS Untung Jutaan Rupiah

Seperti diprediksi sebelumnya, harga saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) terus melejit setelah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasanuddin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seperti diprediksi sebelumnya, harga saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) terus melejit setelah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (10/11/2010), sekitar pukul 10.00 WIB.

Saham perdana KS dilepas Rp 850 per lembar, namun pada penutupan sesi I, sekitar dua jam kemudian atau pukul 12.00 WIB, saham perusahaan BUMN ini melonjak drastis sekitar 43,5 persen ke level Rp 1.230 atau naik Rp 370 per lembar saham. Aksi menggoreng saham pun terbukti. Investor jangka pendek banyak di antaranya langsung melakukan aksi jual bersih (net sell).

Dari data transaksi perdagangan BEI, sejumlah investor korporasi yang melakukan aksi net sell di antaranya PT Danareksa Sekuritas (OD) 99.653 lot , PT Credit Suisse Securities Indonesia (CS) 238.300 lot, dan PT Mandiri Sekuritas (CC) 58.536 lot.

"Banyak yang untung besar dan kaya mendadak," kata Ketua Forum Serikat Pekerja BUMN Arief Poyuono kepada Tribunnews.com.

Menurutnya saham KS masih akan terus membubung tinggi. "Dalam enam bulan ke depan sahamnya bisa Rp 1.600 per lembar," kata Arief yang sebelumnya mengaku menolak penjualan saham KS karena terlalu murah Rp 850 per lembar.

Tak hanya investor besar yang melakukan aksi jual. Sejumlah investor individu juga melakukan hal sama. "Saya jual, lumayan untungnya Rp 370," kata seorang investor KS yang tidak mau disebutkan namanya ketika ditemui Tribunnews.com di sela "Investor Summit and Capital Market Expo 2010" di Ritz Carlton Pacific Place Jakarta, siang tadi.

Ditanya berapa keuntungannya, dia tidak menyebutkan. "Yang pasti di atas puluhanlah (lot)," katanya tampa menyebut angka pasti.

Jika diasumsikan investor ini membeli saham KS di atas puluhan lot maka mungkin saja dia membeli 100 lot saham KS. Dengan asumsi 1 lot sebanyak 500 lembar saham maka pria yang mengaku rajin berinvestasi di pasar saham ini memiliki 50.000 lembar saham KS. Artinya pria ini membeli saham KS sekitar Rp 42 juta (diluar biaya lain-lain) dengan asumsi Rp 850 per lembar saham.

Jika saham dijual saat harga mencapai Rp 1.230 per lembar saham maka selisih keuntungan adalah Rp 370 per lembar. Nah, jika dikalikan dengan saham yang dimiliki sebanyak 50.000 lembar maka laba kotor yang diperoleh investor ini sekitar Rp 18 juta.

Ikuti kami di
Editor: Kisdiantoro
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas