Joko Trisanyoto: Toyota Dyna Kendaraan Segala Medan
Toyota memenuhi permintaan konsumen di segmen kendaraan komersial
Penulis:
Toni Bramantoro
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kehadiran Toyota dalam 40 tahun di Indonesia tidak hanya fokus pada kendaraan di segmen penumpang. Sejak periode awal, tepatnya pada 1975 secara konsisten Toyota juga telah memenuhi permintaan konsumen di segmen kendaraan komersial atau niaga dengan menghadirkan Toyota Dyna.
Guna mempertegas komitmen tersebut, secara khusus PT Toyota Astra Motor menghadirkan Toyota Dyna untuk pertama kalinya dalam ajang pameran otomotif terbesar nasional, Indonesia International Motor Show 2011.
"Kehadiran Toyota Dyna di ajang IIMS 2011 ini untuk mengingatkan konsumen bahwa kami juga serius menggarap pasar kendaraan komersial melalui Toyota Dyna. Mobil ini siap melayani kebutuhan di segala medan, off road maupun on road," ungkap Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor Joko Trisanyoto.
Sejak hadir pertama kali 36 tahun lalu, Toyota Dyna sudah mendapat respon positif dari konsumen. Berbagai inovasi terus dilakukan untuk menyelaraskan kinerja kendaraan dengan kebutuhan bisnis pelanggan. Efisiensi, kinerja mesin, fleksibilitas penggunanaan, keamanan dan kenyamanan terus ditingkatkan.
"Pertumbuhan pasar selalu kami iringi dengan berbagai inovasi Toyota Dyna untuk menjaga agar kendaraan ini benar-benar mampu meningkatkan kinerja dan keuntungan bagi usaha pelanggan kami," tutur Joko Trisanyoto.
Diawali dengan kemunculan Dyna BU di tahun 1975, kehadiran Toyota Dyna sebagai kendaraan komersial sejalan dengan kondisi perekonomian yang tengah menggencarkan pembangunan ekonomi nasionall yang saat itu dalam tahap PELITA II. Berbagai pembangunan infrastruktur digalakan, Toyota Dyna ikut berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pengangkutan pada saat itu.
Kemudian sejalan dengan perkembangan ekonomi, beberapa tahun kemudian Dyna mengembangkan model baru yang disebut dengan Dyna BY. Model ini bertahan beberapa tahun hingga tahun 1984 ketika Toyota meluncurkan Dyna Rino yang menghadirkan tipe truk 6 ban dan 4 ban.
Inovasi berikutnya terjadi pada tahun 2002 ketika Dyna mengalami full model change dengan mengeluarkan Dynasaurus. Dynasaurus mengalami peningkatan mesin menjadi 4000 CC dan munculnya berbagai varian truk seperti small truck, economic truck, light and fast truck serta gigantic and fast truck.
Pada tahun 2007, TAM kembali berinovasi dengan meluncurkan empat model Dyna baru 130 HT, 130 LT, 110 ET, dan 110 ST yang dilengkapi tampilan lebih segar dan disebut dengan Dyna Turbo. Sebagaimana namanya, Dyna Turbo dilengkapi dengan turbo intercooler untuk meningkatkan performanya. Dyna Turbo dirancang atas masukan PT. Toyota – Astra Motor dan versi ini hanya ada di Indonesia.
Inovasi terhadap Dyna tidak hanya sampai disitu, Toyota kembali meningkatkan performa Dyna dengan dengan menghadirkan beberapa varian baru; 130 PS XT, 130 PS HT, 110 PS FT, 110 PS ET, dan Dyna Bus Chassis untuk truk 6 ban dan 110 PS FT, dan 110 PS ST Bus Chassis untuk truk 4 ban.
Masing-masing varian tersebut mempunyai keunggulan sehingga memudah konsumen untuk menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan usaha mereka.
"Masing varian Toyota Dyna didisain dengan keunggulan yang berbeda. Ada yang unggul di medan off road dengan membawa bebat berat, ada yang unggul untuk membawa beban berat di medan on road dan lintasan jarak jauh, dan ada yang unggul dan mampu bergerak lincah di lintasan perkotaan," papar Joko Trisanyoto.
Dari tahun 1975 hingga 2011 angka penjualan Toyota Dyna telah di Indonesia sudah mencapai 200.735 unit. Bahkan saat ini, penjualan Toyota Dyna di Indonesia tercatat sebagai yang terbesar di seluruh dunia. Peluang untuk memacu pertumbuhan pasar Dyna juga kini semakin terbuka seiring dengan proyeksi laju pertumbuhan ekonomi nasional yang terus membaik.
"Kami berterima kasih atas kepercayaan dan kesetiaan pelaku bisnis dalam menggunakan Dyna sehingga dapat bertahan hingga 36 tahun. Kepercayaan ini sekaligus merupakan tantangan bagi kami untuk terus berinovasi selalu memberikan yang terbaik bagi para konsumen di pasar komersial," jelas Joko Trisanyoto.