Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Harga Minyak Mentah Indonesia Bisa Capai 150 Dolar AS

Faktor geopolitik di Timur Tengah yaitu ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) bisa mengerek

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Kontan, Petrus Dabu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Faktor geopolitik di Timur Tengah yaitu ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) bisa mengerek harga minyak mentah Indonesia (ICP) jauh di atas level saat ini. Januari 2012 ini saja, ICP sudah menyentuh level  115,90 dolar AS per barel meningkat 4,6 persen dari posisi Desember 2011.

Salah satu faktor pendongkrak ICP Januari 2012 adalah ketegangan dua negara tersebut. Menurut Pengamat Perminyakan Kurtubi, apabila ketegangan itu terus berlanjut dan Iran sampai memblokir jalur distribusi minyak di Selat Hormuz, maka ICP bisa menyentuh level 150 dolar AS per barel hingga akhir tahun nanti. Atau jauh di atas asumsi pemerintah dalam APBN 2012 yang hanya 90 dolar AS per barel.

"Faktor geopolitik yang akan memberikan range itu sangat besar, harga ICP bisa naik, kalau melihat supply and demand saja dan tidak ada faktor geopolitik, maka rata-rata harga ICP tahun 2012 ini sebesar 115 dolar AS per barel," ujar Kurtubi kepada KONTAN, Kamis (2/2/2012).

Menghadapi fluktuasi harga minyak seperti ini, menurut Kurtubi pemerintah harus mulai mengarahkan kebijakan energi pada pengurangan konsumsi minyak. Diganti dengan penggunaan gas. Karena itu, infrastruktur gas harus segera dibangun.

"Karena di samping harga minyak dunia berpotensi naik secara signifikan, juga produksi minyak di dalam negeri sangat rendah dan terus turun. Itu sebabnya, kebijakan BBM ke depan harus mengarah pengurangan ketergantungan pada BBM," sarannya.

Karena itu, Kurtubi juga meminta pemerintah tidak meneruskan rencana kebijakan pembatasan BBM seperti yang saat ini ramai dibicarakan. "Kebijakan pembatasan BBM yang menggiring rakyat secara massal pindah dari premium ke pertamax, itu kebijakan yang salah. Karena itu artinya pindah dari BBM ke BBM," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Dengan terus meningkatnya harga minyak mentah, dalam jangka pendek kata dia untuk menyelamatkan APBN, pemerintah juga disarankan untuk menaikkan harga premium.

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas