Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

AS Beri Kesempatan Indonesia Tingkatkan Standar CPO

Amerika Serikat pada tanggal 28 Januari sebelumnya telah mengeluarkan keputusan untuk memboikot crude palm oil (CPO) dari Indonesia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Anwar Sadat Guna
Memuat video…

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fajar Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Amerika Serikat pada tanggal 28 Januari sebelumnya telah mengeluarkan keputusan untuk memboikot crude palm oil (CPO) dari Indonesia. Ternyata keputusan AS itu masih dalam tahap pertama.

Rencananya, Amerika akan memberi tenggang waktu, tak hanya kepada Indonesia, tapi kepada negara-negara yang mengimpor CPO pada tanggal 28 Maret mendatang. Negara-negara tersebut diminta untuk lebih memperhatikan kualitas dan standar produksi CPO atau minyak sawit mentah dan turunannya sebelum diekspor ke AS.

"Nanti akan dikaji lagi oleh Enviromental Protection Agency (EPA) pada 28 Maret, apakah kita layak mengimpor minyak kelapa sawit atau tidak," ujar Atase Pertanian Agrikultural Kedutaan Besar Amerika Serikat Untuk Indonesia, Denis Voboril, di Kementerian Pertanian, Senin (13/2/2012).

Rencananya setelah tanggal 28 Maret nanti, pihak AS akan mengkaji kembali dengan EPA untuk memutuskan negara mana saja yang CPO nya patut diimpor AS.

Indonesia sendiri masih punya kesempatan untuk mengkaji dan membuktikan kepada EPA kalau produksi bio diesel Indonesia sudah melebihi minimum standard.

"Keputusan tanggal 28 Maret nanti juga belum final, masih ada tahap ketiga lagi," pungkas Denis Voboril.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas