Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Bank Bebankan Bunga Tinggi ke Masyarakat Kecil

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendukung kebijakan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) untuk menurunkan suku bunga

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Widiyabuana Slay

TRIBUNNEWS.COM - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendukung kebijakan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) untuk menurunkan suku bunga Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Demikian disampaikan pihak Kemenpera dalam rilis yang dikirim ke redaksi Tribunnews.com.

Pasalnya, dengan adanya penurunan suku bunga FLPP akan membantu serta mengurangi beban masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah dengan harga murah dan cicilan terjangkau dalam jangka waktu yang cukup lama sekitar 15 tahun.

“Kami memberikan dukungan kepada Kemenpera yang berusaha memberikan kemudahan dan kemurahan bagi masyarakat miskin untuk mendapatkan fasilitas perumahan dengan menurunkan suku bunga FLPP,” ujar Ketua DPR Marzuki Alie kepada sejumlah wartawan saat mengadakan konferensi pers terkait masalah pembiayaan perumahan tersebut di ruang kerjanya, Jakarta, Senin (13/2/2012). Tampak hadir mendampingi Ketua DPR, Staf Khusus Menpera Bidang Hubungan Antar Lembaga Imam M Achid dan Deputi Bidang Pembiayaan Kemenpera Sri Hartoyo.

Menurut Marzuki Alie, semakin rendah suku bunga FLPP akan mengurangi beban yang harus dibayar masyarakat kurang mampu sehingga memperbesar kemungkinan bagi mereka mendapat tempat tinggal layak. Karena itu, dia berharap kalangan perbankan nasional, khususnya perbankan pemerintah untuk mendukung program Kemenpera tersebut.

Menpera, imbuh Marzuki Alie, sebelumnya menetapkan suku bunga FLPP sekitar 5 – 6 persen. Namun belakangan Menpera melunak dan menerima suku bunga pada kisaran tujuh persen. Harusnya tidak ada kesulitan bagi perbankan seperti BNI, BRI, Mandiri dan juga BTN untuk memenuhi permintaan itu. Apalagi, pemerintah juga akan memberikan porsi dana penyaluran FLPP dengan perbandingan 50 : 50.

Saat ini, imbuh Marzuki Alie, suku bunga yang dibebankan perbankan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dinilai masih terlalu tinggi. Hal tersebut sangat kontras dengan suku bunga rendah yang diperoleh para konglomerat yang hampir single digit. Padahal, Bank Indonesia (BI) sudah mengeluarkan kebijakan menurunkan tingkat suku bungan secara bertahap yakni pada angka sekitar 5,75 persen.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas