Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
VS
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Produk CPO Indonesia Masih di Bawah Standar

Atase Pertanian Agrikultur Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Denis Voboril, mengatakan bahwa Crude Palm Oil (CPO)

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Anwar Sadat Guna
Memuat video…

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fajar Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Atase Pertanian Agrikultur Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Denis Voboril, mengatakan bahwa Crude Palm Oil (CPO) di Amerika sangat dibutuhkan.

Alasan CPO sangat dibutuhkan di Amerika, kata Denis karena CPO adalah energi terbarukan dan ramah lingkungan dalam produksinya.

"Pemerintah Amerika punya beberapa peraturan terkait produk untuk udara bersih. Crude Palm Oil atau CPO merupakan salah satu energi terbarukan yang masuk ke dalam kategori untuk udara bersih," ujar Denis saat hadir dalam konferensi pers yang digelar di Kementerian Pertanian, Senin (13/2/2012).

Terkait isu bahwa AS memboikot Crude Palm Oil (CPO) atau produk minyak sawit mentah dan turunannya dari Indonesia, Denis menyatakan bahwa sejauh ini pemerintah AS masih mengkaji hal itu.

Hal itu didasarkan dari hasil pengkajian Enviromental Protection Agency (EPA) bahwa produk minyak kelapa sawit Indonesia masih di bawah standar, yakni hanya 17%.

Menurut EPA, Indonesia harus bisa memenuhi standar produksi CPO minimal 20% agar bisa mengimpor kembali minyak kelapa sawit.

Rekomendasi Untuk Anda

Mengenai energi terbarukan, AS juga memiliki sumber energi yang lain. Selama ramah lingkungan, Amerika akan banyak memproduksi hal tersebut. "Tidak hanya pada bahan Crude Palm Oil saja, kita tidak fokus hanya itu, tapi ada juga bahan lain," ungkap Denis.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas