Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

SBY: Tak Adil AS Boikot CPO Indonesia

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan sikap pemerintah Indonesia terhadap Amerika Serikat yang

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan sikap pemerintah Indonesia terhadap Amerika Serikat yang secara resmi menolak produk minyak sawit mentah dan turunannya dari Indonesia per 28 Januari lalu.

"Saya dengar ada semacam aksi boikot dan melarang perkebunan kelapa sawit. Terus terang kalau ada aksi itu menurut saya kurang fair, karena kita hidup dalam percaturan global juga harus fair," tegasnya menyindir perlakuan AS, saat memberikan Pidato di hadapan 128 perwakilan internasional, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Rabu (15/2/2012).

Ditegaskannya, melarang sebuah negara untuk tidak berkebun kelapa sawit padahal produksi kelapa sawit itu sendiri memiliki makna ekonomi dan kesejahteraan bagi rakyat di negara berkembang, yang masih ada kemiskinan dan masih ada masalah. "Menurut saya bukan opsi yang baik," tandas SBY mengkritik.

"Saya setuju ke depan ini kami, Indonesia lebih efektif mengontrol dan mengawasi perkebunan kelapa sawit. Saya setuju 200 persen untuk tidak merusak lingkungan, tidak careless," imbuhnya.

Untuk mencapai itu, menurut SBY, pemerintah telah mengajak bersama-sama NGO/LSM Internasional, Nasional, Lokal, sama-sama pemerintah mengatasi hal itu.

"Tapi sekali lagi setelah melakukan itu semua kami divonis kelapa sawit tidak boleh dijadikan menjadi sumber pencaharian menurut saya ini berkaitan dengan justice. Saya menyampaikan seperti itu karena saya sangat commited karena tidak ada yang aneh-aneh yang merusak apa yang dilaksanakan dunia perkebunan itu," demikian SBY menampik tudingan boikot CPO Indonesia oleh AS karena dinilai kurang ramah lingkungan.

Senada dengan itu, sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Hatta juga mengaku tidak mengetahui apa dasar dan motif yang ada di balik penolakan AS terhadap produk CPO Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

Bila ternyata alasan yang diutarakan AS tidak betul dan bernuansa hanya memproteksi diri atas masuknya produk, itu sangat disayangkan. Karena WTO sendiri melarang tindakan tersebut.

“Dan juga itu tidak dibenarkan oleh WTO. Dan kita berhak untuk menjelaskan. Nah di sinilah pentingnya Indonesia, Malaysia, atau siapapun menjelaskan hal itu,” tegas Hatta.

Sebelumnya diberitakan, Per 28 Januari, Amerika Serikat secara resmi menolak produk minyak sawit mentah dan turunannya dari Indonesia.

Alasannya karena sawit Indonesia dinilai sebagai produk yang tidak ramah lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi di Indramayu. "Notifikasinya sudah saya terima. Kita dikasih waktu hingga 27 Februari mendatang untuk melakukan bantahan," ujar Bayu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas