Bailout Yunani Tak Mampu Angkat Bursa
Kesepakatan menteri keuangan Uni Eropa untuk memberikan dana talangan (bailout) kedua bagi Yunani sebesar 130 miliar euro
Editor:
Prawira
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kesepakatan menteri keuangan Uni Eropa untuk memberikan dana talangan (bailout) kedua bagi Yunani sebesar 130 miliar euro atau Rp 1.560 triliun mampu mengangkat nilai tukar mata uang Euro. Hanya saja, kebijakan itu tidak mampu mendorong pasar saham dan komoditas di Eropa dan Asia tidak.
Nilai tukar euro terhadap dolar menguat 0,4 persen ke level 1,3293 dollar AS. Sebelum ada kesepakatan itu, nilai tukar Euro sempat turun 0,3 persen. Begitu kesepakatan itu keluar, pelemahan nilai tukar Euro berhenti dan kembali naik hingga 0,4 persen.
Tapi di pasar saham dan komoditas justru terjadi reaksi yang berlawanan. Pasar saham dan komoditas yang sudah sejak beberapa hari menguat menjelang pengumuman bailout itu, justru mengalami pelemahan. Harga perunggu memang naik, tapi bursa saham Asia justru melemah. Sementara bursa saham Eropa diprediksi hanya akan naik tipis atau malah bergerak datar.
"Secara luas, pasar akan merasa sedikit lega, tapi bukan berarti masalah sudah selesai. Prosesnya (penyelematan Yunani) memang berat, tapi sudah di jalur yang tepat," ujar Ekonomi DMG & Partners Securities, Thomas Lam, di Singapore, dilansir dari Reuters (21/2).
Indeks terbesar di Asia Pasifik, MSCI turun 0,1 persen, sementara indeks Nikkei di Tokyo berkurang sekitar 0,2 persen. Kedua indeks itu sudah memulai tahun 2012 dengan gemilang, MSCI sudah tumbuh 13,5 persen dan Nikkei menguat 12 persen. Keduanya mengungguli kinerja indeks S&P 500 Wall Street yang baru tumbuh 8 persen sejak awal tahun ini.
Para analis juga memperkirakan indeks-indeks utama di Eropa yaitu FTSE Inggris, FCHI Prancis dan GDAXI Jerman, yang sudah menguat pada Senin kemarin akan bergerak flat hari ini.
Para menteri keuangan Uni Eropa sepakat untuk memberikan bailout kedua bagi Yunani sebesar 130 miliar euro atau Rp 1.560 triliun. Selain itu, Uni Eropa juga akan menurunkan rasio utang Yunani menjadi 121 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2020 nanti.
Para pemegang obligasi Yunani dari sektor swasta diprediksi bisa kehilangan 53,5 persen nilai surat utangnya setelah dilakukan penukaran obligasi oleh Uni Eropa yang bisa mengurangi utang hingga 100 miliar euro. Pemangkasan tersebut sedikit lebih tinggi dari perkiraaan sebelumnya, yaitu pengurangan nilai 50 persen, sehingga bisa mengurangi 70 persen dari nilai total awal surat utangnya. Ini merupakan kali keduanya Yunani mendapatkan dana talangan. Sebelumnya, pada Mei 2010 lalu, negeri dewa-dewa itu sudah mendapatkan 110 miliar euro dari IMF dan Uni Eropa. (tribunnews/ugi)