Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Saham Tertekan Kenaikan Minyak dan Emas

Harga minyak bumi dan emas yang terus melonjak menjadi momok bagi harga saham di bursa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Steven Greatness

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Harga minyak bumi dan emas yang terus melonjak menjadi momok bagi harga saham di bursa. Hingga sesi pertama pasar saham, Kamis (23/2/2012) dua komoditas tersebut menyebabkan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam tekanan.

Branch Manager Reliance Sekuritas Pontianak, Heri Halidi, mengatakan, dampak dari penutupan Dow Jones yang melemah tipis sebesar 0,21 persen subuh ini mengakibatkan IHSG belum berada di zona hijau.

Selain itu, dipengaruhi harga minyak dunia masih tinggi pada level 106 USD, dan harga emas semakin mendekati level 1800, seperti kemarin ditutup pada level 1.777.

Oleh sebab itu, market ditutup kembali melemah ke level 3.972 atau turun 22.72 poin (-0.56 persen). Tercatat 77 saham mengalami penguatan, 107 saham mengalami penurunan dan 126 saham stagnan.

Berita dari Luar negeri membaiknya ekonomi di Amerika Serikat namun dihantui oleh ketegangan embargo minyak Iran, serta masih ketidakpastian hutang Yunani dan Eropa membuat Dow Jones tidak banyak berubah.

Sedangkan berita dalam negeri, pemerintah masih akan menaikan harga minyak bersubsidi pada bulan April 2012. "Minimnya sentiment positif dalam negeri sehingga pada hari ini pun IHSG dalam posisi tekanan dan aksi profit taking," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Heri menambahkan, akibat berita demikian IHSG masih kondisi
konsolidasi dengan peluang mix. Saham batu bara dan komoditi kemungkinan masih relative bertahan, serta saham banking masih akan kena tekanan jual. Asing masih net buy saham BBNI dan BBRI tetapi net sell pada saham BBCA dan BMRI kemarin.

Pada hari yang sama, tekanan pada saham kuat terjadi pada saham ASII dan GGRM, namun diimbangi oleh pertahanan saham banking, terutama
saham banking yang tutup minimal mendekati harga open kembali.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas