Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Dahlan Iskan Setuju PPA Ikut Jual Saham Garuda

Rencana pelepasan saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) milik tiga sekuritas pelat merah terus bergulir.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
Memuat video…

Laporan Wartawan Kontan, Amailia Putri Hasniawati

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencana pelepasan saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) milik tiga sekuritas pelat merah terus bergulir. Kementerian Badan Usaha Milik Negara meminta ketiga sekuritas segera melepas saham GIAA dan jangan menyimpannya terlalu lama.

Ketiga sekuritas yang menjadi joint lead underwriter (JLU) penawaran saham perdana (IPO) GIAA adalah Bahana Securities, Mandiri Sekuritas dan Danareksa Sekuritas. Ketiganya telah menyampaikan rencana pelepasan saham GIAA ke BUMN.

"Jangan menggantung terlalu lama sehingga menyulitkan mereka sendiri," ungkap Menteri BUMN Dahlan Iskan di Jakarta, Kamis (23/2/2012).

Dahlan akan merestui apa pun langkah ketiga JLU, asalkan hal tersebut merupakan keputusan terbaik bagi perusahaan. Dia juga mengizinkan mekanisme pelepasan saham melibatkan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

Pemerintah memang terus mematangkan rencana pelepasan saham GIAA. Sumber KONTAN pernah membisikkan, salah satu skema pelepasan itu melalui domestic structure. Maksudnya, akan ada satu fund, sementara namanya Falcon Fund atau Falcon Airlines.

Institusi ini yang akan membeli sebagian saham Garuda dari Bahana Securities, Danareksa Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas di harga Rp 500 per saham. Falcon Airlines menyiapkan dana Rp 1 triliun-Rp 1,5 triliun untuk menguasai sebagian saham milik tiga JLU IPO Garuda. Total saham Garuda milik tiga penjamin itu sekitar 3,008 miliar.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebesar 50 persen sumber pendanaan menjadi tanggung jawab Nikko Securities. Separuhnya lagi di bawah koordinasi pemerintah, yang menyiapkan dua opsi demi menyokong pendanaan, yakni lewat PPA. Atau PPA berjalan sendiri.

Opsi konsorsium melibatkan beberapa pihak, antara lain PT Taspen, PT Jamsostek, GIAA , PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI), Mandiri Sekuritas, dan Danareksa Sekuritas. Jika ditanggung sendiri, PPA berniat meminjam dana ke sejumlah lembaga keuangan, seperti Sumitomo, Mitsui, Citibank, HSBC, dan Bank Mandiri.

Harga saham GIAA kemarin menyusut 1,64 persen menjadi Rp 600 per saham. Posisi ini juga lebih rendah 20 persen dari harga IPO yang senilai Rp 750 per saham.

Sumber: Kontan
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas