Menuju Standar Euro 3, Yamaha Siap Dengan YMJET-FI
Topik paling hangat yang dibicarakan adalah mengenai standar emisi gas buang Euro3.
Penulis:
Budi Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM JAKARTA -Perkembangan otomotif roda dua semakin lama semakin pesat perkembangannya . Topik paling hangat yang dibicarakan adalah mengenai standar emisi gas buang Euro3.
Indonesia sendiri melalui Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) akan menetapkan pengaplikasian standar Euro3 pada motor yang akan berlaku mulai Juli 2013.
Uni Eropa (UE) sudah lebih dulu menerapkan standar Euro 3 yaitu pada Januari 2006 berdasarkan regulasi pada Directive 2002/51/EC yang dikenal dengan ECE R40.
Standar Euro 3 pun terdapat pada regulasi Worldwide Motorcycle Emission Test Cycle (WMTC) dan aturan itulah yang menjadi patokan AISI dan JAMA (Japan Automotive Manufacturers Association).
”AISI memilih menggunkaan regulasi standar Euro 3 yang dikeluarkan WMTC karena ini berlaku worldwide, tidak hanya di Eropa seperti regulasi ECE R40. Dengan aturan WMTC, motor bisa diekspor ke seluruh dunia. Poin plus standar Euro 3 WMTC dibandingkan ECE R40 yaitu adanya aturan untuk mereduksi noise khususnya pada muffler (knalpot) dan mesin motor,” jelas M.Abidin, Asisten General Manager Service Yamaha Indonesia.
Standar Euro 3 berdasarkan cc mesin dapat dilihat dari motor bermesin di bawah 150 cc, 150 cc dan di atas 150 cc. Untuk mesin motor di bawah 150 cc, yang memenuhi standar Euro 3 adalah mengandung 2.0 gram/km CO (karbon monooksida) ; 0.8 gram/km HC (hidro karbon) ; 0.15 gram/km NOx (nitrogen oksida).
Sedangkan yang bermesin 150 cc dan lebih besar dari 150 cc, standar Euro 3 nya dengan kandungan 2.0 gram/km CO ; 0.3 gram/km HC ; 0.15 gram/km NOx. Standar Euro 3 juga bisa diketahui berdasarkan kecepatan (km/h). Di bawah 130 km/h, kandungan CO sebesar 2.62 gram/km ; 0.75 gram/km HO ; 0.17 gram/km NOx. Buat kecepatan 130 km/h dan di atas 130 km/h, standar Euro 3 acuannya dengan kandungan CO 2.62 gram/km ; 0.33 gram/km HO ; 0.22 gram/km NOx.
Tes motor standar Euro 3 untuk mesin motor di bawah 150 cc menggunakan Urban Driving Cycle (UDC) dengan waktu tes terhitung mulai 0 detik hingga 1200 detik. Test standar Euro 3 langsung bertujuan memgambil sampling dari 0 hingga 1200 detik. Ini berbeda dengan tes motor Euro 2 yang menjalankan warm up selama 0 – 400 detik terlebih dahulu, lalu sampling diambil dari 400 – 1200 detik.
Perbedaan ini membuat pengujian motor dengan standar Euro 3 lebih aktual karena dengan mesin yang terus dinyalakan dari 0 – 1200 detik, sampling mudah diambil untuk uji emisi sebab saat motor dingin lebih banyak gas buangnya. Sedangkan untuk motor bermesin 150 cc dan di atas 150 cc, tes motor menggunakan UDC dan Extra Urban Driving Cycle (EUDC). Sampling EUDC dimulai dari detik ke-1200 pengetesan setelah tes dengan UDC hingga detik ke-1500.
”Dengan tes yang sangat ketat seperti itu, motor didesain lebih sempurna agar ramah lingkungan. Yamaha sangat siap untuk menghadapi standar Euro 3 karena produk-produk Yamaha sudah disiapkan menuju standar tersebut, dilihat dari pengaplikasian mesin injeksi yang terdapat pada V-Ixion sejak 2007 dan Mio J yang keluar tahun ini. Selanjutnya, motor-motor Yamaha semuanya akan menggunakan injeksi,” papar Abidin.
Secara mudahnya untuk dipahami kaum awam, Yamaha telah mengeluarkan YMJET-FI (Yamaha Mixture Jet-Fuel Injection). Sistem FI terbaru ini mempunyai performa yang sangat baik sehingga dapat menghasilkan konsumsi bahan bakar yang sangat efisien dan emisi gas buang yang rendah serta ramah terhadap lingkungungan.