Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Nilai Kontrak GMF Capai 101,3 juta Dollar Amerika

Anak usaha Garuda Indonesia Tbk PT GMF AeroAsia berhasil mendapatkan business deal dalam perawatan pesawat sebesar 101,3 juta dollar

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Budi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA – Anak usaha Garuda Indonesia Tbk PT GMF AeroAsia berhasil mendapatkan business deal dalam perawatan pesawat sebesar 101,3 juta dollar Amerika dialam ajang Singapore Airshow 2012 yang berlangsung pada 14-19 Februari 2012. Nilai kontrak yang diperoleh ini merupakan kesepakatan kerjasama PT GMF AeroAsia dengan berbagai maskapai internasional dan domestik. Delapan maskapai, enam diantaranya merupakan customer baru telah ditandatangani selama perhelatan besar Singapore Airshow 2012.

Selain kontrak perawatan pesawat, GMF juga menyepakati kerjasama business development sebesar 35,25 juta. dollar Amerika “Jadi total business opportunity yang diperoleh 136,55 juta, dollar Amerika” kata Jemsly Hutabarat selaku VP Sales and Marketing GMF AeroAsia di Jakarta pada 24 Februari 2012.

Menurut Jemsly, perjanjian kerjasama perawatan pesawat berlaku untuk jangka waktu 3-5 tahun sesuai kesepakatan dengan customer. Sedangkan jenis perawatan yang diperjanjikan terdiri dari perawatan C-Check hingga D-Check untuk beragam jenis pesawat seperti B737-Series, A320, MD80, B747-Series, Engine, dan Komponen. “Kontrak perawatan mengacu kepada kapabilitas yang dimiliki oleh GMF,” katanya.

Ditambahkannya, GMF AeroAsia juga menyepakati Business Development dengan Bombardier, pabrikan pesawat dari Kanada. Dalam kerja sama ini, Bombardier menunjuk GMF AeroAsia sebagai Approved Service Facilities (ASF)-nya di Asia Pasific. Dengan kepercayaan ini, GMF AeroAsia menjadi ASF Bombardier keenam di seluruh dunia. “Maka pasar perawatan pesawat Bombardier yang ada di kawasan Asia Pasifik menjadi peluang bisnis baru bagi GMF,” kata Jemsly.

Menurut Jemsly, peran GMF sebagai ASF Bombardier di Asia Pasifik semakin meningkatkan level GMF di pasar perawatan global. Penunjukkan ini juga tidak lepas dari keputusan Garuda Indonesia membeli sekitar 18 unit Bombardier (dengan tambahan option 18 pesawat) untuk melayani penerbangan rute domestik dan regional melalui hub seperti Makassar, Medan, dan Balikpapan mulai akhir tahun 2012 ini. Sebanyak lima unit pesawat Bombardier jenis CRJ1000 Next Generation rencananya mulai didatangkan pada Oktober hingga Desember 2012.

Jemsly mengatakan dengan peran sebagai ASF Bombardier di Asia Pasifik, peluang pasar yang dapat diserap oleh GMF bisa makin besar. Sebab, pesawat dengan daya angkut 100 penumpang ini semakin diminati maskapai-maskapai dalam negeri dan regional. Rencananya ada beberapa maskapai yang sudah memesan pesawat buatan pabrikan Kanada ini untuk melayani rute-rute pendek, terutama di kawasan Indonesia timur. “Pada saat yang bersamaan GMF juga sedang mengusahakan approval dan MRO-network dari berbagai perusahaan manufaktur (pabrikan) pesawat, komponen, maupun engine”, katanya.

Kepercayaan pabrikan pesawat kepada GMF AeroAsia sangat berhubungan erat dengan posisi GMF sebagai market leader perusahaan MRO di Indonesia. Kemampuan GMF melakukan perawatan pesawat generasi terbaru juga terus dikembangkan sehingga peluang meraih pasar yang semakin besar cukup terbuka. Pengembangan kapabilitas dan kapasitas juga disertai dan didukung oleh Global Brand Strategy, salah satunya melalui pameran berskala global seperti Singapore Airshow maupun Dubai Airshow. “Saat ini GMF hanya mengikuti dua pameran ini, disesuaikan dengan area fokus pasar terbesar yang dilayani oleh GMF.” kata Jemsly.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas