Harga Emas Diprediksi Turun Dalam Jangka Pendek
Harga emas diprediksi akan menurun dalam jangka pendek. Penyebabnya,
Editor:
Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Kontan, Barratut Taqiyyah
TRIBUNNEWS.COM - Harga emas diprediksi akan menurun dalam jangka pendek. Penyebabnya, data manufaktur China diprediksi akan mencatatkan kontraksi untuk bulan ke lima pada Maret, sehingga berdampak negatif bagi harga komoditas.
"Perlambatan ekonomi di China mulai terlihat jelas. Sentimen data manufaktur China akan memukul komoditas, termasuk di dalamnya emas," jelas Chen Yonglin, analis CITIC Newedge Futures Co seperti dikutip Bloomberg.
Sekadar informasi, pada pukul 15.13 waktu Singapura, harga emas di pasar spot tak banyak mencatatkan perubahan di posisi 1.651,80 dolar AS per troy ounce. Sedangkan harga kontrak emas untuk pengantaran April tak banyak berubah di level 1.651,10 dolar AS per troy ounce di Comex, New York.
Pada transaksi pagi, harga emas sempat menanjak sejalan dengan pasar saham, setelah China menurunkan batasan Giro Wajib Minimum untuk 379 cabang Agricultural Bank of China Ltd.