Kerukunan Jadi Kunci Utama Dalam Mengelola Bisnis
Kerukunan menjadi salah satu prtioritas dalam megelola suatu bisnis, disamping tentunya uang juga menjadi tujuan dari kegiatan berbisnis.
Penulis:
Budi Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM JAKARTA – Kerukunan menjadi salah satu prtioritas dalam megelola suatu bisnis, disamping tentunya uang juga menjadi tujuan dari kegiatan berbisnis.
Bila mengelola suatu bisnis, baik itu bisnis milik keluarga maupun milik orang lain dengan rasa rukun dan saling percaya, tentunya para karyawan dan pimpinan perusahaan akan bekerja dengan nyaman.
Tapi menurut Irwan Hidayat Direktur Utama dan sekaligus pemilik perusahaan jamu Sidomuncul dalam membagi pengalaman dalam China –ASEAN Business Forum bekerjasama dengan Cheung Kong Graduate School of Business (CKGSB) , Kamis (12/4/2012), jika pemilik perusahaan sudah tidak saling percaya, maka bisa terjadi perpecah dikalangan karyawannya sendiri pro dan kontra yang menimbulkan kubu-kubu perpecahan , sehingga hal ini akan menganggu jalannya perusahaan.
Pengalaman yang diutarakan, semuanya itu merupakan pengalaman Irwan dalam mengelola perusahan keluarga mulai dari jatuhnya perusahaan hingga berkembang seperti saat ini.
Bahkan Irwan mengaku ia juga mengikuti oleh apa yang telah diajarkan oleh ibunya.” Jika suatu perusahan itu sukes bukan karena itu dipegang oleh anak tertuanya sebagai pimpinan, tapi itu merupakan hasil kerja bersama keluarga. Tapi bila perusahaan itu sampai gagal, maka itu merupakan kesalahan dari pemimpinnya atau anak tertua yang mengelolanya.
Menjawab pertanyaan dari salah satu peserta forum terkait dengan suksesi dalam bisnis keluarga milik Sidomuncul, Irwan mengaku hanya berusaha berdoa dan menyerahkan semuanya itu kepada Tuhan. “ Soal menjadi pemimpin di Sidomuncul itu bukan wilayah saya. Karena saat ini ada tiga belas keponakan termasuk anaknya yang sudah duduk dalam perusahaan, dan dari tiga belas itu saya tidak tahu siapa yang bakal memimpin perusahaan.” Kata Irwan.
Terlait dengan kegiatan bisnisnya, Irwan mengaku produk Tolak Angin sudah didaftarkan untuk masuk secara resmi ke pasar Singapura ke BPOM Singapura, saat ini dalam proses pengujian.” Bahkan pekan depan BPOM Singapura kan meninjau pabrik Sidomuncul yang ada dikawasan Ungaran.”
Tolak Angin yang saat ini produknya mencapai 1 miliar dalam satu tahun, menurut Irwan juga akan mulai masuk secara resmi ke Australia. “ Singapura dipilih untuk pemasaran keluar, karena banyak pengusaha dari berbagai negara menjadikan Singapura sebagai pasar utama dalam pembelian berbagai produk.