Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
1 - 3
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Infrastruktur Hambat Kerjasama Aqua dan PT KAI

Rencana kerja sama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan PT Aqua Golden Missisipi (Aqua) terhadang infrastruktur kereta api

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA. Rencana kerja sama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan PT Aqua Golden Missisipi (Aqua) terhadang infrastruktur kereta api yang tak memadai. Semula, kedua perusahaan berniat untuk bekerja sama mendistribusikan air minum produksi Aqua dari Sukabumi ke Jakarta lewat jalur kereta api.

Namun apa daya, fasilitas rel dan infrastruktur kereta api milik PT KAI tidak sesuai untuk angkutan barang. Jika digunakan untuk angkutan barang, jalur kereta api Sukabumi-Jakarta itu harus di revitalisasi, termasuk penambahan rel baru. Namun, proses revitalisasi dan penambahan rel ini membutuhkan pendanaan yang besar.

PT KAI mengaku sudah mengajukan dana kepada Kementerian Perhubungan, untuk mengatasi masalah ini. Rencananya, proyek revitalisasi rel akan masuk dalam proyek jalur Cicurug-Jakarta sepanjang 28 kilometer dengan investasi Rp 2,8 triliun. "Saat ini kami masih menunggu keputusan dari Dirjen KA Kemhub, karena mereka yang akan bangun jalurnya," ujar Sugeng  (13/4/2012).

Namun, pendapat berbeda disampaikan oleh Bambang S Ervan, Kepala Pusat dan Komunikasi (Kapuskom) Kemhub. Bambang malah menunggu adanya hasil studi dari KAI terkait dengan studi kelayakan proyek. "KAI hingga sekarang belum menyerahkan studinya itu," ujar Bambang.

Menurut Bambang, proyek revitalisasi dan penambahan jalur rel kereta api itu tidak memiliki kejelasan dari PT KAI. Menurut Bambang, semula KAI mengajukan penggantian rel dan jembatan saja. Namun belakangan, PT KAI juga meminta ada penambahan rel baru.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas