Bank Tabungan Negara Bagi Dividen Rp 223,73 Miliar
Bank Tabungan Negara (BTN) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2012.
Penulis:
Hasanudin Aco
Editor:
Anwar Sadat Guna
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Tabungan Negara (BTN) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2012. Rapat ini diselenggarakan untuk memenuhi UU No 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas RUPST.
Rapat digelar di Jakarta dan dihadiri seluruh dewan komisaris dan direksi serta pemegang saham BTN.
Direktur Utama Bank BTN Iqbal Latanro, menegaskan, sampai dengan 31 Desember 2011, BTN dimiliki 9.332 pemegang saham dengan pemegang saham mayoritas pemerintah RI sebesar 71,91 persen.
Sementara sisanya 28,09 persen dimiliki publik dan 1,82 persen oleh karyawan dan Direksi Bank BTN melalui program alokasi saham manajemen dan karyawan. Serta opsi pembelian saham kepada manajemen dan karyawan.
RUPST menyetujui penggunaan 20 persen dari total laba bersih tahun 2011 sebagai dividen tunai.
Laba bersih Bank BTN tahun lalu mencapai Rp 1,12 triliun. Dengan penghitungan 20 persen, berarti Bank BTN membagikan total dividen Rp 223,73 miliar. Dividen Bank BTN tahun ini Rp 25,31 per saham.
Secara porsi, rasio pembayaran dividen tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu yang sebesar 30 persen.
Namun, dari segi jumlah dividen yang dibagi meningkat dari Rp 131,5 miliar pada 2010.
"Penurunan ini memberi ruang bagi korporasi untuk memperkuat modalnya dan menambah kapasitas ekspansi kredit. Apalagi kalau kita tahu bank-bank sedang dalam tahap persiapan ke basel III," ujar Iqbal Latanro.
Selain memutuskan penggunaan dividen, RUPST BTN juga menyetujui penggunaan 1,5-2 persen dari laba untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan.
Sebesar 21,46 persen untuk cadangan tujuan dan 55,04 persen sebagai cadangan umum atau untuk memperkuat permodalan perusahaan.
RUPST Bank BTN juga memutuskan perubahan susunan Dewan Komisaris, yakni mengangkat Sahala Lumban Gaol dan Dwijanti Thahjaningsih sebagai anggota Komisaris BTN yang baru menggantikan Gatot Mardiwasisto yang berhenti sejak 27 Januari 2012 dan Iskandar Saleh yang telah diberhentikan dengan hormat sesuai hasil RUPST 2012.
Dengan demikian, susunan Dewan Komisaris Bank BTN saat ini adalah Zaki Baridwan, Subarjo Joyosumarto, Dewandhy Agusman, Mulabasa Hutabarat, Sahala Lumban Gaol, dan Dwijanti Tjahjaningsih.
Ke depan, Iqbal mengatakan direksi optimis dapat memberikan pertumbuhan berkelanjutan bagi pemegang saham dan stakeholders.
"Pertumbuhan di tahun 2012 tetap akan difokuskan pada kredit perumahan yang masih memiliki potensi sangat besar di masa mendatang," Iqbal menjelaskan.
Bank BTN tidak akan merevisi target yang telah ditetapkan terkait aturan LTV (loan to value). Beberapa program insiatif dalam rencana kerja Bank BTN tahun 2012 adalah meningkatkan pertumbuhan dana untuk mendukung pembiayaan kredit yang berkualitas dengan menumbuhkan intrapreneurship.