Importir Daging Harusnya Pro Peternak Lokal
Keluhan importir dan distributor daging sapi yang terpaksa memberhentikan karyawan akibat
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keluhan importir dan distributor daging sapi yang terpaksa memberhentikan karyawan akibat menurunnya volume kuota impor daging sapi yang diberikan oleh Pemerintah mendapat tanggapan keras dari DPR.
Anggota Komisi IV DPR, Ma'mur Hasanuddin justru meminta kepada importir dan distributor daging sapi untuk tidak manja dan harus membuktikan keberpihakannya terhadap peternak lokal. Hal tersebut disampaikan Ma'mur dalam rilis tertulisnya, Selasa (8/5/2012).
"Harusnya importir dan dsitributor memanfaatkan momen pengetatan kuota impor daging sapi ini untuk memperbesar serapan daging sapi dalam negeri, bukan meminta tambahan kuota impor", ungkap Ma'mur.
Anggota Komisi IV dari FPKS ini lebih lanjut menjelaskan bahwa pengadaan impor memang terkesan lebih mudah bagi pengusaha. Dengan berbekal pengurusan surat ijin impor dan kerjasama dengan rekanan di Australia-Selandia Baru, importir tinggal menunggu kiriman sapi hidup atau daging sapi dalam jumlah besar.
Mekanisme impor tidak memerlukan kerja keras seperti halnya membeli sapi lokal yang harus turun langsung ke lapang membangun kemitraan dengan peternak dalam negeri. ”Importir dan distributor daging jangan mau enaknya saja. Lebih suka impor dibanding membeli sapi peternak lokal. Harusnya berkeringat dikitlah. Jangan manja, serap sapi lokal yang dari sensus BPS ada 12 juta ekor. Impor memang enak, tinggal urus surat ijin, buat surat pembelian, lantas nunggu barang yang dikirim", cetus Ma'mur.
Ma'mur justru berharap importir dan distributor daging sapi ini bahu membahu bersama Pemerintah dan pelaku peternakan untuk membangun industri peternakan dalam negeri. Meski perlu tenaga ekstra, biaya lebih, dan mengurangi nilai keuntungan, namun hal itu menunjukkan sikap patriotisme dan nasionalisme.