Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Beras Cukup Hingga Akhir 2012

Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jabar menjamin ketersediaan beras di Jawa Barat aman hingga 5 hingga 6 bulan mendatang

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jabar menjamin ketersediaan beras di Jawa Barat aman hingga 5 hingga 6 bulan mendatang atau sampai akhir tahun 2012 ini.

"Insya Allah, ketersediaan beras di Jabar aman," kata Kepala Perum Bulog Divre Jabar, Usep Karyana seusai penandatanganan nota kesepahaman antara Perum Bulog Divre Jabar dan jajaran Polda Jabar di Kantor Perum Bulog Jabar, Jalan Soekarno Hatta Bandung, Senin (28/5/2012).

Menurutnya, sampai saat ini, penyaluran beras sudah mencapai 98 persen dengan volume penyerapan beras oleh Perum Bulog Divre Jabar sekitar 300 ribu ton. Angka itu berarti hampir mencapai 50 persen prognosa, yaitu 650 ribu ton.

"Tapi, pastinya, angka tersebut 100 persen lebih tinggi daripada periode yang sama 2011. Pada Januari-Mei 2011, volume penyerapan beras sekitar 152 ribu ton," katanya.

Berbicara mengenai antisipasi terjadinya penyelewengan, Usep menegaskan, pihaknya membentuk tim yang senantiasa melakukan pengawasan penyaluran dan pendistribusian beras, termasuk dalam program beras miskin (raskin).

Selain itu, untuk mengantisipasi penyelewengan pihaknya menjalin kerjasama dengan jajaran kepolisian. "Inti kerja sama tersebut, bagi kami, ini merupakan langkah preventif," jelasnya.

Dalam kerja sama itu, pihaknya mempercayakan kepolisian untuk turut melakukan pengawasan dan pengawalan penyaluran serta pendistribusian beras di daerah-daerah. Usep menegaskan, pihaknya tidak secara spesifik mengawasi daerah tertentu yang sekiranya rawan terjadinya penyelewengan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Semua daerah kami awasi, bekerjasama dengan kepolisian," katanya.

Kerjasama tersebut diharapkan dapat menekan kemungkinan terjadinya penyelewengan, baik yang dilakukan oknum Bulog (internal), maupun pihak lain (eksternal).

Soal alih fungsi lahan, Usep mengakuinya bahwa hal itu dapat berpengaruh pada produksi beras. Akan tetapi ia belum memiliki data mengenai luas lahan pertanian yang mengalami alih fungsi.

"Mungkin saja, alih fungsi lahan itu terjadi karena terjadinya perkembangan dan pertumbuhan di suatu daerah," katanya.(win)

Baca juga:


Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas