Beras Cukup Hingga Akhir 2012
Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jabar menjamin ketersediaan beras di Jawa Barat aman hingga 5 hingga 6 bulan mendatang
Editor:
Dewi Agustina
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jabar menjamin ketersediaan beras di Jawa Barat aman hingga 5 hingga 6 bulan mendatang atau sampai akhir tahun 2012 ini.
"Insya Allah, ketersediaan beras di Jabar aman," kata Kepala Perum Bulog Divre Jabar, Usep Karyana seusai penandatanganan nota kesepahaman antara Perum Bulog Divre Jabar dan jajaran Polda Jabar di Kantor Perum Bulog Jabar, Jalan Soekarno Hatta Bandung, Senin (28/5/2012).
Menurutnya, sampai saat ini, penyaluran beras sudah mencapai 98 persen dengan volume penyerapan beras oleh Perum Bulog Divre Jabar sekitar 300 ribu ton. Angka itu berarti hampir mencapai 50 persen prognosa, yaitu 650 ribu ton.
"Tapi, pastinya, angka tersebut 100 persen lebih tinggi daripada periode yang sama 2011. Pada Januari-Mei 2011, volume penyerapan beras sekitar 152 ribu ton," katanya.
Berbicara mengenai antisipasi terjadinya penyelewengan, Usep menegaskan, pihaknya membentuk tim yang senantiasa melakukan pengawasan penyaluran dan pendistribusian beras, termasuk dalam program beras miskin (raskin).
Selain itu, untuk mengantisipasi penyelewengan pihaknya menjalin kerjasama dengan jajaran kepolisian. "Inti kerja sama tersebut, bagi kami, ini merupakan langkah preventif," jelasnya.
Dalam kerja sama itu, pihaknya mempercayakan kepolisian untuk turut melakukan pengawasan dan pengawalan penyaluran serta pendistribusian beras di daerah-daerah. Usep menegaskan, pihaknya tidak secara spesifik mengawasi daerah tertentu yang sekiranya rawan terjadinya penyelewengan.
"Semua daerah kami awasi, bekerjasama dengan kepolisian," katanya.
Kerjasama tersebut diharapkan dapat menekan kemungkinan terjadinya penyelewengan, baik yang dilakukan oknum Bulog (internal), maupun pihak lain (eksternal).
Soal alih fungsi lahan, Usep mengakuinya bahwa hal itu dapat berpengaruh pada produksi beras. Akan tetapi ia belum memiliki data mengenai luas lahan pertanian yang mengalami alih fungsi.
"Mungkin saja, alih fungsi lahan itu terjadi karena terjadinya perkembangan dan pertumbuhan di suatu daerah," katanya.(win)
Baca juga:
- Pembiayaan Mobil Baru Rp 25 Miliar Per Bulan
- Mobil Build Up CX-5 Mazda Segera Meluncur di Makassar
- Malaysia Siap Dirikan Bank Syariah di Indonesia
- Pasal 7 Ayat 6a APBN-P 2011 Cacat Filosofis dan Sosiologi