Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Hipmi Minta Pemerintah Andalkan Pasar Domestik

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) meminta pemerintah lebih mengandalkan pasar dalam negeri

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Anwar Sadat Guna

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasanuddin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) meminta pemerintah lebih mengandalkan pasar dalam negeri untuk menghadapi krisis global yang melanda Eropa.

Ketua Umum Hipmi Raja Sapta Oktohari mengatakan, Bank Dunia sudah mengingatkan negara-negara di kawasan Asia untuk tidak mengandalkan pasar ekspor kawasan Eropa dan Amerika Serikat.

"Indonesia harus mengandalkan pasar domestik. Pasar kita terbukti tetap kondusif meskipun krisis melanda pasar global," ujar Okto di Jakarta, Kamis (7/6/2012).

Menurut dia, dengan adanya perlambatan ekonomi dunia, Indonesia seharusnya bisa memanfaatkan kekuatan dalam negeri. Jadi, kata dia, investasi di Indonesia jangan hanya mengandalkan Foreign Direct Investment (FDI) saja.

Ia mengatakan, saat banyak dana yang mengganggur di perbankan Indonesia. Seharusnya, kata dia, dana tersebut disalurkan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur dan padat karya.

Jika itu bisa dilakukan, Indonesia akan bisa melewati berbagai krisis ekonomi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Bahkan, Indonesia bisa menjadi salah satu pilar ekonomi dunia," ujarnya. Selain itu, pemerintah juga diminta untuk meningkatkan kinerja perkonomian nasional. Hal ini untuk menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) pada 2015.

Menurut Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Raja Sapta Oktohari, jika itu tidak dilakukan, Indonesia hanya akan menjadi pasar bagi produk dari negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia dan Thailand.

"Tantangan menghadapi AEC 2015 tidak ringan. Ketersedian dan kualitas infrastruktur baik di bidang logistik, energi, listrik dan konektivitas perlu ditingkatkan," kata Okto.

Menurutnya, peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya produksi perlu terus dilakukan untuk meningkatkan daya saing ekonomi.

Okto mengatakan, untuk meningkatkan daya saing tidak hanya bisa dilakukan oleh pemerintah tapi harus melibatkan swasta.

"Peran swasta dan pemerintah memang memiliki peran yang berbeda, tapi tujuannya sama untuk daya saing," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas