Riau Prima Energi Suplai 5 MW di Pangkalan Kerinci
Setelah bekerja keras tanpa henti, tenaga ahli kelistrikan PT Riau Prima Energi (RPE),
Editor:
Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Harismanto
TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Setelah bekerja keras tanpa henti, tenaga ahli kelistrikan PT Riau Prima Energi (RPE), Senin (11/6/2012) sore, berhasil mensuplai listrik untuk warga Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, melalui PLN dan BUMD Tuah Sekata.
Manager Operasional RPE Nelson Rayadi Marpaung, dalam rilis yang diterima Tribun, menyampaikan, setelah melalui kajian dan pertimbangan teknis dengan seluruh tenaga ahli/enginer kelistrikan di RPE, maka berhasil dialihkan daya sebesar 5 MW dari peruntukan operasional pabrik PT RAPP.
"Dengan tersambungnya daya tersebut, diharapkan dapat memberikan solusi atas terputusnya suplai seminggu terakhir ini akibat gangguan teknis kerusakan yang disebabkan hujan badai serta petir yang menghanguskan CLR (Current Limiter Reactor) di pembangkit listrik RPE," kata Nelson.
Suplai daya ini, katanya, bersifat sebagai solusi cepat sementara sampai kerusakan yang terjadi selesai diperbaiki. "Dengan menimbang berbagai masalah teknis dan keamanan (safety), saat ini hanya 5 MW yang bisa dialirkan. Jika cuaca tidak kondusif, terjadi hujan badai dan petir, demi keamanan bersama bisa saja aliran ini diputus sampai cuaca kembali normal," ungkap Nelson.
Seperti diberitakan sebelumnya, RPE yang telah menyuplai listrik untuk kota Pangkalan Kerinci sejak tahun 1994, pada Selasa (5/6/2012) malam, akibat sambaran petir dan hujan badai membuat hangusnya Curent Limiter Reactor. Alat yang berfungsi sebagai pembatas arus listrik ini mengalami kerusakan total hingga mengakibatkan padam total (black out) tidak hanya di Pangkalan Kerinci dan perumahan karyawan PT RAPP, tapi juga membuat operasional pabrik PT RAPP terhenti total.
"Dengan dialirkannya listrik ke koa Pangkalan Kerinci, pada Senin (11/6/2012) diharapkan dapat membantu aktifitas masyarakat yang sempat terganggu. Kami mengimbau masyarakat untuk dapat menggunakan dan memanfaatkan listrik secara hemat dan bijak," jelas Nelson.
Baca juga: