Harga Daging dan Telur Ayam Terus Naik
Dalam tiga hari terakhir, harga jual daging ayam dan telur ayam terus menanjak naik.
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Dalam tiga hari terakhir, harga jual daging ayam dan telur ayam terus menanjak naik. "Sekarang, harga daging ayam Rp 27 ribu-28 ribu per kilogram. Sekitar tiga hari silam harganya Rp 25-26 ribu per kilogram," kata Imas, pedagang daging ayam Pasar Kosambi, Jalan A Yani, Bandung, Senin (18/6/2012).
Imas mengatakan, terus naiknya harga jual daging ayam itu membuat volume penjualan menyusut. Biasanya, kata Imas, setiap hari ia dapat menjual sekitar 30 ekor. Tapi, seiring dengan terus naiknya harga jual komoditas itu, penjualan Imas pun turun menjadi 15-20 ekor per hari.
Hal yang sama dikeluhkan Ade. Sepekan sebelumnya, kata Ade, harga daging ayam ada di kisaran Rp 26 ribu sampai Rp 27 ribu. Namun, sejak harganya menjadi Rp 28 ribu, konsumen lebih menahan diri untuk membeli daging ayam.
"Tidak tahu penyebab kenaikan harga kenapa. Mungkin kosong atau menjelang puasa. Tidak tahu turunnya kapan. Kalau harga normal sebesar Rp 25 ribu kan enak. Yang beli enak, yang jual juga enak. Sudah sepekan ini juga jualan paling hanya 15 ekor per hari," ujarnya.
Selain itu, ayam kampung juga mengalami kenaikan harga dari Rp 45 ribu menjadi Rp 55 ribu per ekor. Kenaikan itu juga sudah terjadi pekan lalu. "Kenaikan harga ini otomatis berpengaruh sama penjualan. Biasanya mencapai 26 ekor per hari, tapi sekarang hanya 20 ekor," kata Ade.
Imas memperkirakan, terus naiknya harga jual daging dan telur ayam itu berkaitan dengan menjelang tibanya bulan suci Ramadan.
Erwin, pedagang ayam lainnya di Kosambi, mengaku tidak mengetahui kenapa harga daging ayam mengalami kenaikan. Setiap hari ayam-ayam itu dipasok dari Tasikmalaya dan Majalaya.
Begitu pula dengan telur ayam. Menurut Irma, pedagang telur Pasar Kosambi, dalam bebeapa hari terakhir, harga jualnya terus naik. Pada Senin (18/6/2012), ujarnya, harga jualnya mencapai Rp 15.800 per kilogram. "Kemarin (Minggu), harganya masih Rp 15.300 per kilo," ujarnya.
Kondisi itu membuat harga jual telur ayam pada level eceran pun melejit. Ujang, pedagang Pasar Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung, menuturkan, kemarin harga jual telur ayam Rp 17 ribu per kilogram. Sebelumnya, ujar Ujang, harganya Rp 16 ribu per kilogram.
Kenaikan telur ayam juga terjadi di Ciamis. Dalam dua hari ini, harga eceran telur ayam ras di warung di Ciamis naik dari semula Rp 15 ribu menjadi Rp 16 ribu per kg. "Ada kenaikan Rp 1.000 tiap kilogram," ujar Gunawan, pemilik toko kelontong di Jalan A Yani, Ciamis, kemarin.
Menanggapi kenaikan itu, ekonom Acuviarta Kartibi berpendapat, tidak tertutup kemungkinan naiknya harga-harga itu akibat ulah spekulan dan aksi penimbunan. Apalagi, saat ini, tingkat permintaan tidak mengalami peningkatan yang drastis. "Saya kira, menjelang Ramadan, dugaan terjadinya penimbunan ditambah ulah spekulan cukup mendasar," ujar ekonom asal Bandung ini.
Menurut Acu, kondisi yang terjadi sekarang dapat memicu terjadinya inflasi. Perkiraannya, inflasi dapat mencapai 1,5 persen. "Itu berarti, inflasi naik dua kali lipat karena saat ini inflasi sekitar 0,7-0,8 persen," katanya. (Tribun Jabar/win/guy)
Baca juga:
- Takaful Serius Garap Pasar Ritel
- Usai Pemilu Yunani Pasar Saham Asia Meningkat
- Trikomsel Anggarkan 20 Juta Dolar AS Bangun Toko Ponsel
- AirAsia Beri Satu Harga Untuk Penerbangan Dari Indonesia