Kliring Perbankan Lampung Turun 0,9 Persen
Transaksi kliring perbankan di Lampung pada triwulan I-2012 secara nominal turun 0,9 persen dibandingkan triwulan sebelumnya, yakni dari Rp 6,52
Editor:
Dewi Agustina
Laporan Wartawan Tribun Lampung, Anastasia
TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Transaksi kliring perbankan di Lampung pada triwulan I-2012 secara nominal turun 0,9 persen dibandingkan triwulan sebelumnya, yakni dari Rp 6,52 triliun menjadi Rp 6,46 triliun. Namun, berdasar jumlah warkat terjadi kenaikan 0,76 persen, yakni dari 201,336 lembar menjadi 202.870 lembar.
Peneliti Ekonomi Madya dan Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Provinsi Lampung, Nunu Hendrawanto menjelaskan, aktivitas transaksi non tunai, baik kliring maupun real-time gross settlement (RTGS), merupakan salah satu kegiatan perbankan yang mencerminkan transaksi perekonomian di suatu daerah.
"Menurunnya transaksi kliring di wilayah Lampung pada triwulan I tahun ini disebabkan berkurangnya jumlah hari kerja. Bila triwulan IV-2011 ada 64 hari kerja, pada triwulan I-2012 hanya 63 hari kerja," papar Nunu, Rabu (20/6/2012).
Berdasar rata-rata harian perputaran kliring, triwulan I-2012 lebih tinggi, yakni sebesar Rp 102,57 miliar. Sedangkan triwulan sebelumnya Rp 101,89 miliar. Rata-rata harian jumlah warkat kliring pada triwulan laporan juga meningkat, yaitu mencapai 3.220 lembar.
Meskipun transaksi kliring menurun, cek dan bilyet giro (BG) kosong justru mengalami peningkatan. Dimana, selama triwulan laporan terjadi peningkatan jumlah nominal cek dan BG kosong sebesar 13,22 persen (qtq) dari Rp 85,47 miliar menjadi Rp 96,77 miliar. Hal sama terjadi pada jumlah warkat, yakni meningkat 8,99 persen (qtq) dari 2.581 lembar menjadi 2.813 lembar.
Secara umum, kegiatan penyelesaian transaksi keuangan bernilai besar melalui RTGS di Lampung dari sisi nominal selama triwulan laporan mengalami penurunan. Meskipun, dari sisi jumlah transaksi mengalami peningkatan.
Dari sisi nominal, transaksi keuangan melalui RTGS mencapai Rp 22,45 triliun. Jumlah itu menurun 17,23 persen (qtq) dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar Rp 27,13 triliun. Hal itu disebabkan oleh penurunan transaksi masuk (incoming) Lampung sebesar Rp 4,33 triliun.
Kondisi tersebut terkait dengan menurunnya kegiatan penarikan uang oleh bank di Lampung serta berkurangnya transaksi pembayaran pajak. Sejalan dengan penurunan transaksi nominal, jumlah transaksi warkat juga turun sebesar 13,52 persen (qtq), yakni dari 32.282 lembar menjadi 27.917 lembar.
Berita Lainnya:
- GT Radial Hadirkan Ban Khusus di Arena Balap
- General Motor Bangun Pabrik Produksi Chevrolet di Indonesia
- Semua Sektor Saham Naik
- Global Mediacom Terbitkan Obligasi Rp 1,25 Triliun