Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Mandiri Gandeng Telkomsel Perluas Branchless Baking

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) ingin gandeng Telkomsel untuk memperluas layanan branchless banking.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sugiyarto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berharap bisa menggandeng operator-operator telekomunikasi besar untuk memperluas layanan branchless banking yang sudah dirintis lewat anak usahanya PT Bank Sinar Harapan Bali.

Salah satu operator yang akan diajak kerja sama adalah PT Telkomsel. Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengungkapkan, saat ini perseroan sudah menjajaki pembicaraan kerja sama dengan anak usaha dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk tersebut.

"Kerja sama dengan sesama BUMN itu dimungkinkan dan bukan sesuatu yang luar biasa," ungkap Zulkifli, Kamis (28/6).

Akhir tahun lalu, Bank Mandiri Bank Sinar Harapan Bali meluncurkan pilot project branchless banking melalui tabungan Sinar Sip. Hal tersebut merupakan kerja sama dengan IFC (International Finance Corporation) dan operator telekomunikasi Axis.

Namun, penerapan konsep ini masih belum sepenuhnya bisa dilakukan, karena belum diakuinya posisi agent banking oleh Bank Indonesia

Sejak pertama kali diluncurkan, sampai Mei tahun ini, jumlah nasabah tabungan “Sinar Sip” meningkat menjadi 2.000 nasabah."Saat ini layanannya belum bisa luas karena ketentuan soal branchless banking yang ada masih sangat rigid," kata Zulkifli.

Ia menambahkan, apabila ketentuan sudah lebih fleksibel dan pengembangan branchless banking bisa lebih leluasa, maka Mandiri berharap kerja sama dengan perusahaan telekomunikasi bisa meningkat. Terutama, untuk operator yang nasabahnya sudah sangat besar. Misalnya, Indosat dan XL Axiata.

"Kami optimistis kerja sama semacam ini akan lebih banyak nasabah yang akan terjangkau. Saat ini, setelah100 tahun bank ada di Indonesia, tetapi nasabahnya baru 70 juta. Sementara perusahaan telekomunikasi berjalan 20 tahun, tetapi penggunanya sudah 200 juta," terang Zulkifli. (*)

Rekomendasi Untuk Anda

BACA JUGA:

Sumber: Kontan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas