Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Industri Makanan Jatim Belum Tergarap Maksimal

Pengembangan industri makanan di Jatim rupanya belum maksimal. Padahal,

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Surya, Dwi Pramesti

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Pengembangan industri makanan di Jatim rupanya belum maksimal. Padahal, sektor ini memiliki peluang yang cukup besar, mengingat kontribusi terhadap PDRB Jatim sampai 50 persen.

Asisten II Sekdaprov Jatim Bidang Ekonomi Pembangunan Hadi Prasetyo, di sela pameran EastPack EastFood Expo 2012 di Grand City mengatakan, optimalisasi yang masih kurang yakni di bidang teknologi food processing dan packaging.

"Kalau soal inovasi makanan mungkin tidak kalah, tetapi dari sisi teknologi pengolahan makanan dan pengemasan masih kurang optimal," katanya, Rabu (4/7/2012).

Hadi mencontohkan, negara tetangga seperti Australia, bisa mengolah kulit mangga menjadi jelly dengan serat terbaik dunia. Selain itu batu-batuan diolah menjadi fiber glass yang menggantikan fungsi plastik untuk kemasan yang tidak mengandung polusi.

"Kita sering memandang enteng food industry, padahal prospeknya bagus. Kalau ingin maksimal sebetulnya pengembangan sektor hulu ke hilir harus diperhatikan. Selama ini baik hulu maupun hilir masih digarap setengah-setengah," kata Hadi.

Food industri di Jatim selama ini hanya tumbuh 10 persen setiap tahun. Padahal, mainstream food dunia yang menonjol adalah Thailand dan Indonesia. "Artinya, kalau kita berkomitmen, pengembangan food processing-nya harus diperhatikan bersama. Support pemerintah selama ini berupa pemberian kredit bunga murah dan peralatan pengolah makanan untuk UKM tetapi jumlahnya memang terbatas," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas